Telkomsel lebih elegan

Masih melanjutkan mengenai perang tarif antar operator seluler baik CDMA maupun GSM di negeri kita ini tidak ada habisnya. Bila sebelumnya saya membahas perang tarif melalui iklan di televisi antara IM3 dengan XL sekarang saya akan membahas iklan dari Telkomsel yang ternyata tidak mengikuti arus seperti 2 operator lainya. Pada iklan terbaru telkomsel tidak menonjolkan tarif murah lagi tapi sekarang lebih dalam membahas mengenai layanan dan nilai tambah apa yang diberikan oleh telkomsel yang berbeda dari operator lainya. Melalui iklan yabg bersifat testimonial, telkomsel membawa kita mengingat iklan beberapa product kecantikan seperti dove. Ada beberapa tokoh iklan yang coba dimunculkan oleh pembuat iklan ini dan salah satunya yang saya tertarik membahas adalah seorang suku baduy luar yang menjadi pengusaha sayuran kebun dan sukses berkat komukasi yang lancar selama menggunakan telkomsel. Diakhir testimony seorang suku baduy tadi ada ucapan terima kasih kepada telkomsel yang telah membantu usahanya melalui komukasi yang lancar. Dari iklan tersebut bisa kita ambil kesimpulan bahwa telkomsel menggunakan cara yang sangat berbeda dari operator lain dalam menjaring pelanggan baru melalui testimony pelanggan yang setia dan sukses dengan adanya telkomsel. Pemirsa diajak untuk mengenal telkomsel melalui pengalaman pelanggan lain dan harapannya mereka tertarik untuk berpindah dari operator lain ke telkomsel. Bila kita mengingat ada pepatah berbunyi “pengalaman adalah guru yang paling berharga” mungkin inilah yang digunakan oleh telkomsel sebagai jurus ampuh menghalau atau bahkan mengalahkan perang tarif yang selama ini terjadi dan menjurus ke pertempuran yang tidak sehat dengan saling menjatuhkan melalui iklan berbagi pengalaman dari pelanggan kepada pemirsa dan inilah cara elegan telkomsel.