Strategi Dalam Menentukan Hourly Rate

Seperti yang pernah saya sampaikan dalam artikel yang lalu, ada dua tipe proyek di oDesk.com, yaitu Fixed Price dan Hourly. Fixed Price adalah proyek yang nilainya tetap sesuai dengan perjanjian awal sedangkan Hourly adalah proyek yang tarifnya ditentukan berdasarkan jam. Dari situ lalu dikenal istilah yang namanya Hourly Rate atau tarif perjam.

Hourly Rate yaitu tarif yang harus dibayarkan oleh klien kepada freelancer setiap jamnya. Dengan sistem ini maka nilai suatu proyek menjadi tidak menentu, bisa murah tapi bisa juga sangat mahal, tergantung berapa jam yang diperlukan oleh freelancer dalam menyelesaikan proyek tersebut.

Sebagai contoh, misalnya kita sebagai freelancer memenangkan proyek yang pembayarannya menggunakan sistem Hourly. Sesuai perjanjian awal klien bersedia membayar jasa kita dengan rate 10 USD/jam. Ternyata dalam praktiknya berhubung kesulitannya sangat tinggi, kita memerlukan waktu hingga 1000 jam untuk menyelesaikan proyek tersebut. Nah, pada saat kontrak berakhir mau nggak mau klien harus membayar kita sejumlah 10.000 USD.

Beda halnya kalau proyek tersebut pembayarannya menggunakan fixed price. Dengan model fixed price lama waktu tidak berpengaruh terhadap nilai proyek secara keseluruhan. Jumlah pembayaran yang akan diterima oleh freelancer tetap sama meskipun proyek tersebut susah dan perlu waktu lama untuk menyelesaikannya.

Tidak mengherankan jika freelancer lebih menyukai proyek dengan model pembayaran perjam atau Hourly. Bahkan oDesk sendiri memberi jaminan bahwa proyek dengan model tersebut pasti akan dibayar sesuai dengan tarif yang kita tentukan sendiri.

Bagaimana cara menentukan Hourly Rate?

Harus kita akui bahwa tidak gampang untuk menentukan Hourly Rate ini apalagi untuk freelancer pemula. Kalau tarif yang kita patok terlalu tinggi ada kemungkinan sulit untuk mendapatkan proyek. Namun sebaliknya kalau tarifnya rendah, uang yang akan kita dapatkan juga akan sedikit. Repot sekali bukan?

Oleh karena itu kita harus sedikit jeli dalam menentukan tarif perjam. Cara gampangnya yaitu dengan mengintip tarif para pesaing kita. Kita bisa melakukan riset kecil-kecilan sebelum pasang tarif di profile kita. Cari tahu berapa tarif terendah dan tarif tertinggi untuk freelancer dengan kategori yang sama dengan kita. Dari situ kita bisa menentukan berapa tarif yang cocok untuk jasa kita.

oDesk sendiri membuat peraturan bahwa klien tidak boleh mempekerjakan freelancer dengan bayaran kurang dari 3 USD/jam. Dengan demikian kalau memang ikhlas, kita bisa saja memasang tarif sebesar itu untuk jasa yang kita tawarkan. Namun kalau yakin bahwa kita layak untuk dihargai lebih, sebaiknya kita memasang tarif yang lebih tinggi.

Barangkali ada yang punya pendapat lain?