Jadi begini kalau mau move on…

Dulu yah… Waktu saya berhasil move on dari orang yang pernah menyakiti saya, saya pernah janji ke diri sendiri akan membagi caranya di blog ini. Bukan. Bukan karena saya merasa expert. Cuma karena saya merasa perlu berbagi dan menyelamatkan orang-orang yang terjebak dalam kondisi “susah move on” (jieeehh… bahasa gueh… hahaha…). Secara waktu itu saya tegolong cepat juga move on nya karena sudah berhasil menemukan pola yang benar. Jadi, kalo ada yang merasa memerlukan tips-tips di bawah ini, monggo diikuti…

  1. Standar dan super klise: Hapus semua kontak mantan pacar berikut akun semua social media-nya. Kalo perlu blok email-nya. Efeknya apa? Ini memberikan efek awal “melenyapkan” dia dalam hidup kita. Masih boleh kok di-add lagi akun socmed nya kalo berkenan, tapi nanti saat sudah benar-benar berhasil move on.
  2. Nangis sekencang-kencangnya dan marah sekeras-kerasnya sampai capek dan benar-benar muak. Sah-sah aja kalo mau nangis tiap hari. Ya namanya sedih dan sakit hati. Pokoknya bikin dirimu capek untuk nangis dan capek untuk marah. Saat itulah kamu sadar dan merasa perlu melanjutkan hidup tanpa nangisin dia lagi. Kalau masih sanggup nangis ya berarti belum capek. Nangis aja terus dan terus sampe muak pokoknya. Semakin sering nangis maka akan semakin bagus. Semakin cepat pula kamu bosan dan muak.
  3. Datang ke tempat-tempat yang penuh kenangan bersama orang lain. Iya! Ini adalah kesalahan terbesar orang-orang yang patah hati/baru putus sama mantan pacar: menghindari tempat-tempat yang penuh kenangan. Padahal salah besar loh itu. Justru semakin rajinlah ke tempat-tempat itu bersama orang lain/sendiri supaya memori yang tercetak kemudian: Gw lebih sering ke sini sama temen-temen gw kok ketimbang sama dia.
  4. Nggak usah stalking! Diiiihh… Ini emang penyakit orang yang baru putus banget. Nggak perlu dijelasinlah ya efek negatifnya kalo kita stalking mantan pacar. Udah banyak kok artikel yang ngebahas. Saatnya kita lebih peduli sama hidup kita sendiri ketimbang penasaran sama hidup orang yang udah bikin kita sakit. Benahi hidup. Bangkit. Itu udah yang paling bener ketimbang penasaran sama hidup orang lain.
  5. Nggak usah nangisin diri sendiri di depan dia. Serius, deh. Nangis boleh. Marah-marah juga boleh. Tapi bisa kan nangis dan marah-marahnya ke tembok aja? Memperlihatkan kondisi lo yang tragis di depan mantan pacar cuma menurunkan harga diri.
  6. Ini quote jaman jadul banget: Nggak ada yang bisa menyakitimu kecuali kamu mengijinkannya. Kamu nggak pengen sakit hati? Jagalah hatimu. Kalau ada yang jahat sama kamu, senyumin. Baik-baikin. Pokoknya jangan sampe sakit hati. Kalau kamu sakit hati, berarti kamu mengijinkan orang lain untuk bikin hatimu sakit. Ah, untuk tips nomor ini juga sebenarnya saya masih berusaha untuk bisa karena memang susah banget. Eh tapi pasti nanti akan bisa, kok! Percaya aja. Kalau kamu bisa maafin orang yang udah jahat sama kamu, lebih bagus lagi. Kamu akan semakin mudah untuk benar-benar move on.
  7. Serahkan semua pada Tuhan dan waktu. Percayalah bahwa semuanya berproses. Saat kamu disakiti, maka kamu akan marah/sedih. Jadi marah/sedihlah. Setelah itu akan ada masa di mana kamu merasa benar-benar jatuh sejatuh-jatuhnya dan susah fokus dgn apa yg kamu kerjakan. Lewati sajalah masa itu meskipun pahit. Lalu kamu akan merasa trauma/kapok. Ya… Nggg… Boleh sih trauma. Tapi bentaran aja, ya. Ini demi masa depanmu, loh. Jangan kelamaan trauma sama cintanya. Umurmu bertambah terus, loh! Mwahahahaha… (eh, tips macam apa ini???) Hingga akhirnya kamu akan berada di titik dimana kamu sudah bisa menerima semua yg terjadi. Lempeng. Mulai nggak mikirin lg. Nggak bosen-bosennya saya bilang, nangis boleh. Marah juga boleh. Tapi tolong nangis dan marahnya tetap sambil jalan, ya! Jangan berhenti di tempat.
  8. Banyak yg bilang salah 1 cara paling ampuh utk mengobati patah hati adalah menerima cinta yg baru. Nggak bohong. Itu bener. Tp ternyata itu cuma jebakan. Kesembuhan semu. Saya pun pernah terjebak di sini. Saya pikir setelah saya patah hati, maka orang yg berusaha mendekati saya saat saya rapuh adalah yg kemudian menjadi obat bagi hati saya yg sakit. Ternyata tidak. Saya baru benar-benar merasa jatuh cinta kembali justru setelahnya. Saat hati saya sudah benar-benar sembuh.

Semua poin di atas nggak akan berhasil KALAU kita nggak tegas sama diri sendiri. Hari ini udah berhasil hapus nomor HP mantan, eeehh… Besok-besok dicatet lagi dan dikontak lg. Hari ini udah berhasil tahan utk nggak stalking, eeeehhh… Lusa udah buka-buka lagi blognya. Wew… Ya sama aja bohonglah! Intinya adalah konsisten. Kalau kamu mau sembuh, ya jangan bandel. Serapuh-rapuhnya kamu, ingat. Kamu punya pendirian. Kalau perlu suruh temanmu utk mengingatkan di saat hatimu mulai melemah.

Oh ya, jangan drama. Semua manusia itu berharga. Seperti apapun kamu, kamu nggak layak sama sekali disakiti. Dan, jangan mati ya! Jangan sekali pun berpikir bahwa kamu mau mati aja. Jangan pokoknya! Sayang hidupmu kalo kamu mau mati cuma gara-gara orang yg udah nggak peduli sama kamu lg. Dih… Jadi tetep kuat, ya! Si mantan bakal nyesel nyakitin kamu kalo kamu kuat, kok. Percaya, deh.

The best revenge is moving on and getting over it… Don’t give someone the satisfaction of watching you suffer.