
PC Pentium III
Agenda tadi pagi adalah bersih-bersih rumah. Sambil menghidupkan komputer lama seri pentium 3 yang sudah lama tidak dipakai karena jika dihidupkan monitornya berbunyi dor .. dor .. dor .. Saya menghidupkannya kembali karena mendapat hibah monitor lama dari adik saya. Lumayan bisa digunakan anak saya untuk melihat film Finley, karena saya tak punya VCD Player.
Saya merasa, memasang PC sungguh ribet. Ukurannya memakan tempat, kabelnya berseliweran disana sini, dan butuh daya listrik yang cukup besar. Meskipun sering saya katakan komputer ini warisan jaman kuliah dulu, namun sesungguhnya hanya casingnya saja yang benar-benar peninggalan kuliah. Motherboard, Processor, Memori, VGA sudah saya ganti semua dengan barang second juga. Tapi entah kenapa sekarang jika ditancapkan Flash Disk pada komputer ini sering diskonek dengan pesan malfunction. Mungkin ada masalah dengan hardwarenya yang sudah tua ini.
Kelihatannya sekarang komputer bentuk PC seperti ini hanya cocok untuk server saja. Untuk bekerja sehari-hari kelihatannya NoteBook / Laptop akan lebih cocok digunakan. Atau bagi yang pekerjaannya sekedar ngetik, atau menulis kode PHP bagi programmer kelas teri macam Cak Edy, netbook dengan ukuran 10 inchi sudah cukup, toh sekarang harganya sudah semakin turun. Tadi lihat di baligho, di sebuah pameran teknologi harga netbook dari hp ada yang 2,75 juta saja.