Archive for January, 2009

“MIND EYE” DAN KESIGAPAN MENGANTISIPASI KEMUNGKINAN

Saturday, January 31st, 2009

“Your Mind’s Eye is your “mental television”, the personal channel you can tune in to see what could happen if the unexpected occurs. When you use your Mind’s Eye, you “look” at how situation might turn out, using a “questioning attitude” : to ask “WHAT could happen IF the unexpected occurs?” and HOW can this job be done more safely?”

–Tutorial Training STOP (Safety Training Observation Program) for Supervision (copyright by Dupont, 2004)

Minggu lalu (Jum’at 23/1) , saya dan sejumlah kawan menjadi peserta pelatihan sehari STOP (Safety Training Observation Program) for Supervision yang dilaksanakan secara internal dikantor tempat saya bekerja oleh Divisi Health, Safety & Enviroment. Modul pelatihan diambil dari materi pengantar STOP for Supervision yang dibuat oleh Du Pont. Suasana pelatihan berlangsung lebih interaktif karena disajikan pula video pengantar tiap membahas sebuah bab dari modul.

Pelatihan yang saya ikuti ini memberikan begitu banyak pemahaman dan wawasan baru tentang bagaimana usaha yang dapat kita lakukan untuk tetap memelihara spirit “Safety is Yours” yaitu tanggung jawab keselamatan adalah berada pada diri kita masing-masing. Pak Erick Wattimena, HSE Manager PT. NOV Indonesia menyampaikan materinya secara santai, komunikatif dan memikat disertai contoh-contoh aplikatif di lapangan.

Saya tertarik dengan uraian soal “Mind Eye” seperti yang diutarakan pada awal artikel ini. Kemampuan deteksi untuk “membaca” tanda-tanda awal bahaya bila sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, secara sensitif melalui “mata fikiran”, perlu senantiasa diterapkan dalam kehidupan keseharian dan tidak sebatas pada aktifitas dikantor atau di pabrik saja.

Kemampuan ini dibangun dengan senantiasa bertanya pada diri sendiri, dampak apa yang timbul jika sesuatu yang tak diharapkan terjadi? Bagaimana pekerjaan dapat dilakukan secara lebih aman dan selamat dengan antisipasi lebih dini atas kemungkinan buruk yang dapat terjadi?

Sebenarnya ini bukanlah sebentuk sikap paranoid, namun lebih pada sebuah sikap waspada pada kemungkinan terburuk dengan membaca gejala-gejala tak wajar yang ada disekeliling kita. Kondisi lantai yang licin dan basah misalnya, merupakan sebuah gejala awal yang berpotensi menyebabkan seseorang celaka karena tergelincir. Dan untuk itu dibutuhkan upaya preventif untuk menghindari kecelakaan fatal itu.

(more…)

The Key of Happiness

Saturday, January 31st, 2009

By Gede Prama - Dari salah satu milis

Gede Prama memulai talkshow dengan bercerita tentang tokoh asal Timur Tengah, Nasruddin. Suatu hari, Nasruddin mencari sesuatu di halaman rumahnya yang penuhdengan pasir. Ternyata dia mencari jarum. Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum tersebut. Tetapi selama sejam mereka mencari, jarum itu tak ketemu juga.
Tetangganya bertanya, “Jarumnya jatuh dimana?”
“Jarumnya jatuh di dalam,” jawab Nasruddin.
“Kalau jarum bisa jatuh di dalam, kenapa mencarinya di luar?” tanya tetangganya.
Dengan ekspresi tanpa dosa, Nasruddin menjawab, “Karena di dalam gelap, di luar terang.”

Begitulah, kata Gede Prama, perjalanan kita mencari kebahagiaan dan keindahan. Sering kali kita mencarinya di luar dan tidak mendapat apa-apa. Sedangkan daerah tergelap dalam mencari kebahagiaan dan keindahan, sebenarnya adalah daerah-daerah di dalam diri. Justru letak ’sumur’ kebahagiaan yang tak pernah kering, berada di dalam. Tak perlu juga mencarinya jauh-jauh, karena ’sumur’ itu berada di dalam semua orang. Sayangnya karena faktor peradaban, keserakahan dan faktor lainnya, banyak orang mencari sumur itu di luar.
Ada orang yang mencari bentuk kebahagiaannya dalam kehalusan kulit, jabatan, baju mahal, mobil bagus atau rumah indah. Tetapi kenyataannya, setiap pencarian di luar tersebut akan berujung pada bukan apa-apa. Karena semua itu, tidak akan berlangsung lama. Kulit, misalnya, akan keriput karena termakan usia. Mobil mewah akan berganti dengan model terbaru. Jabatan juga akan hilang karena pensiun.
Setiap perjalanan mencari kebahagiaan dan keindahan di luar, akan selalu berujung pada bukan apa-apa, leads you nowhere. Setiap kekecewaan hidup yang jauh dari keindahan dan kebahagiaan, berangkat dari mencarinya di luar

Untuk mencapai tingkatan kehidupan yang penuh keindahan dan kebahagiaan, seseorang harus melalui 5 ( lima ) buah ‘pintu’ yang menuju ke tempat tersebut.

Pintu pertama adalah stop comparing, start flowing. Stop membandingkan dengan yang lain.
Seorang ayah atau ibu belajar untuk tidak membandingkan anak dengan yang lain. Karena setiap pembandingan akan membuat anak-anak mencari kebahagiaan di luar Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, dimulai dari membandingkan.

Gede Prama mencontohkan orang kaya berkulit hitam yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa dia berkulit hitam. Orang itu sering kali membandingkan dirinya dengan orang kulit putih. Uangnya banyak, ia mampu mengongkosi hobinya untuk operasi plastik. Sehingga orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan lain,
maka hidupnya kurang lebih sama dengan seorang orang kaya itu. Leads you nowhere

Karena itu, Gede Prama mengajak kita ke sebuah titik, mengalir (flowing) menuju ke kehidupan yang paling indah di dunia yaitu menjadi diri sendiri. Apa yang disebut flowing ini sesungguhnya sederhana saja. Kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, ketika kita mulai belajar menerimanya. Sehingga kepercayaan diri juga dapat muncul. epercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita angun dari dalam. Tidak ada kehidupan yang paling indah dengan menjadi diri sendiri. Itulah keindahan yang sebenar-benarnya!

Pintu kedua menuju keindahan dan kebahagiaan adalah memberi.
Sebab utama kita berada di bumi ini, kata Gede Prama, adalah untuk memberi. Kalau masih ragu dengan kegiatan memberi, artinya kita harus memberi lebih banyak
Saya melihat ada 3 tangga emas kehidupan: I intend good, I do good and I am good - Saya berniat baik, saya melakukan hal yang baik, kemudian saya menjadi orang baik.
Yang baik-baik itu bisa kita lakukan, bila kita konsentrasi pada hal memberi. Memberi tidak harus selalu dalam bentuk materi. Pemberian dapat berbentuk senyum, pelukan, perhatian. Dan setiap manusia yang sudah rajin memberi, dia akan memasuki wilayah beauty and happiness.
“Saya sering bertemu dengan orang-orang kaya. Ada yang suka memberi, ada yang pelit. Saya melihat orang yang tidak suka memberi muka orang itu keringnya mintaampun. Orang yang mukanya kering ini bertanya pada saya,apa rahasia kehidupan yang paling penting yang bisa saya bagi. Saya bilang sleep well, eat well. Artinya memang, untuk ongkos untuk menjadi bahagia tidak mahal. Hanya saja orang sering kali memperumit hal yang sudah rumit. Kalau kita sederhanakan, sleep well, eat well akan jadi mudah jika diikuti dengan kegiatan memberi.

Pintu ketiga untuk menuju keindahan dan kebahagiaan adalah berawal dari semakin gelap hidup Anda, semakin terang cahaya Anda di dalam.
Perhatikanlah bintang di malam hari tampak bercahaya, jika langitnya gelap. Sedangkan, lilin di sebuah ruangan akan bercahaya bagus, jika ruangannya gelap. Artinya, semakin Anda berhadapan dengan masalah dan cobaan dalam hidup, semakin bercahaya Anda dari dalam. Jika Anda punya suami yang keras dan marah-marah, jangan lupa bersyukurlah. Karena suami yang keras dan marah-marah, membuat sinar dari dalam diri Anda bercahaya. Anda punya istri cerewetnya minta ampun, bersyukurlah karena orang cerewet adalah guru kehidupan terbaik. Paling tidak dari orang cerewet kita belajar tentang kesabaran. Jika Anda punya atasan diktatornya minta ampun, bersyukurlah. Karena Anda dapat belajar tentang kebijaksanaan

Orang yang pada akhirnya menemukan keindahan dan kebahagiaan, menurut Gede Prama, biasanya telah lulus dari universitas kesulitan. Semakin banyak kesulitan hidup yang kita hadapi, semakin diri kita bercahaya dari dalam.

Mengutip perkataan Jamaluddin Rumi, semuanya dikirim sebagai pembimbing kehidupan dari sebuah tempat yang tidak terbayangkan. Tidak hanya orang cantik saja yang berguna, orang jelek juga berguna. Gunanya adalah karena orang jelek, orang cantik terlihat jadi tambah cantik. Jadi semuanya ada gunanya, untuk menghidupkan cahaya-cahaya beauty and happiness.

Pintu keempat adalah surga bukanlah sebuah tempat, melainkan adalah rangkaian sikap.
Bila Anda melihat hidup penuh dengan kesusahan dan godaan, maka neraka tidak ketemu setelah mati. Neraka sudah ketemu sekarang Sedangkan Anda akan bertemu surga, jika hasil dari rangkaian sikap Anda benar. Sikap ini dimulai dari berhenti mengkhawatirkan segala sesuatunya, dan coba yakinkan diri bahwa everything will be allright. Setiap kali kita melalukan ritual peribadatan, tetapi setiap kali pula kita merasa takut. Padahal ketakutan adalah sebentuk ketidakyakinan terhadap kebenaran. Kalau Anda melalukan ritual peribadatan tapi masih takut, mending jangan melalukan ritual peribadatan, karena toh Anda tidak yakin terhadap kebenaran. Segala sesuatunya menjadi baik-baik saja jika Anda mencintai yang kecil.

Pintu kelima menuju keindahan dan kebahagiaan yakni tahu diri kita dan kita tahu kehidupan.

Manusia-manusia yang tidak tahu diri, adalah manusia yang tidak pernah ketemu keindahan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Sumur kehidupan yang tidak pernah kering berada di dalam. Sumur ini hanya kita temukan dan kita timba airnya, kalau kita bisa mengetahui diri kita sendiri. Seandainya diri sendiri telah ditemukan, maka artinya kita kemudian mengetahui kunci kebahagian hidup itu sendiri.

akhirnya.. Semarang!

Saturday, January 31st, 2009
Ini mawar putih yg diberikan untukku.. Aku suka mawar putih.. itulah kenapa aku jd kepikiran untuk memintanya kepada si pacar saat aku ke Semarang 22 - 26 Januari lalu.. Meskipun skarang mawar ini bentuknya tidak seindah saat pertama kali dia memberikannya kepadaku.. di stasiun begitu aku tiba di Semarang.. tp aku ttp keukeuh merawatnya.. ^_^! Hmmm.. aku sdg [...]

BERAU | season 2 episode 7: an epilogue (plus special feature: extended scenes)

Friday, January 30th, 2009

previously on BERAU season 2 episode 6:

trip terakhir di berau selesai sudah. paling jauh, paling sulit aksesnya, dan paling indah pemandangannya. beragam pengalaman saya alami, mulai dari ketinggalan kotak makanan, disangka intel, berperahu melawan ganasnya jeram sungai segah, hingga mandi lumpur. fiuh, what a trip!

BERAU season 2 episode 7

jika hidup terdiri dari misi-misi yang harus kita selesaikan, maka perjalanan saya ke berau adalah salah satunya. tak hanya menyelesaikan ‘misi’ penelitian untuk disertasi saya; namun jauh lebih besar dari itu, saya percaya bahwa perjalanan kali ini memiliki ‘misi’ yang harus diselesaikan, seperti halnya sam becket di quantum leap.

tiga bulan lebih saya di berau, dan saya banyak menemukan banyak gambaran sebuah realitas kehidupan orang-orang di lingkungan terdekat di sana. gatal rasanya melihat banyak hal yang tidak sesuai dengan kata hati dan pola pikir saya selama ini. dengan angkuh dan dangkalnya saya berusaha menjadi ‘superhero’ yang berusaha memperbaiki itu semua. sukses? tidak tahu.

life goes on dan perubahan yang saya harapkan ternyata tidak semudah yang diharapkan. ini adalah masalah ekspektasi yang berlebihan dari hal kecil yang saya lakukan. saya pun belajar bahwa tidak semua hal bisa diselesaikan dengan uang. tidak semua hal bisa diselesaikan dengan perspektif ‘orang kota’ yang mengaku-ngaku berpendidikan. dan tidak semua hal bisa diselesaikan dengan perspektif orang (lugu) yang baru hidup 30an tahun.

ingin rasanya saya berteriak melihat potensi mereka terhambat hanya karena hal-hal yang berada di luar jangkauan (saya dan mereka). saya hanya bisa menangis dalam hati. dengan berbesar hati, harus diakui bahwa saya tidak (selalu) bisa bertanggung jawab terhadap jalan hidup seseorang. pada akhirnya, kita (termasuk mereka) lah yang bertanggung jawab terhadap hidup kita sendiri.

akhirnya, alih-alih menjadi sam yang loncat sana-sini setelah menyelesaikan misi, seorang teman dekat *tsaah* malah melihat bahwa justru orang-orang di berau lah yang secara bahu membahu membuat saya menyelesaikan misi ini. hmm.. another perspective of seeing a statement. saya setuju itu, terdengar lebih humble dan tidak membuat saya jumawa karena berasa menjadi sam becket.

jadi dibandingkan dengan saya yang menyelesaikan dan mempermudah hidup beberapa orang di berau, justru menjadi lebih significant adalah apa yang mereka berikan pada hidup (dan perspektif terhadap hidup) saya. mereka lah yang membuat saya mengerti makna dari sebuah hal bernama dealing with reality. inilah misi saya yang sesungguhnya… and i’feel blessed to have this experience.

***

anyway, ada banyak cerita yang tidak saya masukan dalam beberapa episode sebelumnya. keterbatasan pikiran dan space di blog, membuat saya banyak mengabaikan itu semua. tapi, sebenarnya banyak hal yang menarik. beberapanya memang lucu, namun beberapa juga kadang membuat saya bagaikan disayat-sayat oleh silet dan jeruk nipis oleh para gerwani, sakit dan perih.

*

di berau tidak ada tukang parkir loh. retribusi parkir yang disatukan dengan pajak tahunan kendaraan ternyata membuat pak ogah dan tukang parkir liar hilang. parkir jadi lebih semrawut? ah tidak juga. selain itu, malah tidak repot untuk selalu cari duit kecil pada saat parkir.

*

tengah hari di setiap jumat adalah jam bebas helm bagi pengendara motor. dengan hanya menggunakan baju koko, peci dan sarung maka dapat dipastikan tidak akan ada polisi yang bakal menilang anda. jumatan ternyata menjadi pengecualian penggunaan helm di berau. *helm kan buat keselamatan ya? kok pake pengecualian gitu?* tapi jangan harap lolos dari polisi jika di luar jam-jam itu, helm adalah barang wajib dibawa!

*

masih ingat the jumpers? salah satunya mampu membuat saya terhenyak. suatu hari ia mendatangi saya dan bertanya bagaimana gimana caranya ikut termehek-mehek trans tv. saya hanya bisa tergelak, dan menceramahinya panjang lebar soal acara tipi yang (maaf) menurut saya tidak real. namun, kemudian ia mampu membuat tawa saya berhenti. ternyata ia hendak mencari ayahnya yang tidak pernah ia lihat sejak kecil. ibunya meninggal sejak ia lahir dan sang ayah meninggalkannya pada sang kakek, satu minggu setelah ia lahir. saya bagaikan terkena godam di kepala.

tiba-tiba saya menjadi mengerti kenapa ia menjadi sangat rebel, putus sekolah dan begitu mudahnya tersulut amarah. ia bahkan sudah tiga kali pindah sekolah karena kabur. beruntung ia masih memiliki banyak saudara yang bisa menampungnya. namun, kehidupannya selama 14 tahun ini lebih banyak dilewati secara berpindah-pindah dari sang kakek, sang tante, dan rumah-rumah lainnya. saat ini ia tinggal dan bekerja pada sang saudara sebagai kuli cuci dan pembantu umum. ya, di usianya yang memang sangat muda.

cerita soal belanda dan dunia di luar berau, juga beberapa motivasi yang saya berikan, membuat kami dekat dan (mudah-mudahan) membuka matanya. ia tak bisa menutupi kesedihan wajahnya ketika saya pergi. ia hanya bisa berkata: saya berjanji akan lanjut sekolah mas. walaupun ia harus berhadapan dengan ketidakpercayaan orang-orang terdekatnya akan niat tulusnya untuk sekolah. hampir semua orang yang saya tanyakan mengenai keinginan sekolahnya memberikan respon yang sama: susah, palingan ia akan kabur lagi mas! dezigh.. saya kembali terpukul oleh godam.

*

di hutan segah nun jauh, suatu siang yang panas, tiba-tiba saya mendengar suara riuh dari seseorang yang menjajakan es krim di kampung. es krim? di hutan? wooot? tapi itu yang terjadi. jauh dari kota, menikmati es krim puter terasa sangat nikmat.

rasa ingin tahu, membuat saya mengobrol dengannya. ternyata, di antara ratusan orang dayak, terseliplah beberapa orang jawa di kampung ini. ia adalah salah satu dari pendatang yang dengan nekadnya hidup di tengah hutan segah ini. hal lain yang membuat saya takjub adalah ketika ia mengatakan bahwa ia adalah salah satu guru di sd kampung itu. eugh… es krim saya tiba-tiba terasa pahit.

*

hal yang tak pernah saya lewatkan jika pergi ke sebuah tempat adalah melakukan wisata kuliner. tiga bulan di berau membuat saya mengetahui tempat makanan yang cukup recommended untuk didatangi. beberapa di antaranya adalah:

  1. ikan patin pepes dan bakar di rumah makan puji. terletak di luar kota tanjung redep (daerah rinding), rumah makan ini menyediakan pepes ikan patin yang rasanya juara. dengan bumbu yang manis pedas, membuat pepes patin sangat nikmat dimakan pada saat siang hari. beberapa kali saya kehabisan pepes patin itu karena banyaknya peminat. namun, jangan khawatir, ikan patin bakarnya pun tak kalah enak. dengan harga yang tidak relatif mahal, membuat saya merekomendasikan rumah makan ini jika anda berkunjung ke berau.
  2. tim ikan kakap di warung tenda indah sari. saya bukan penyuka ikan yang direbus ataupun dibuat sop, namun menu ini menjadi pengecualian. baru pada kunjungan ketiga saya berani memesan menu tim ikan kakap ini. hasilnya? saya ketagihan. tim ikan kakap kuah ini begitu terasa nikmat, dengan paduan rasa gurih, pedas, asam dan sedikit manis. ikan kakap yang dagingnya tebal dipadu dengan bumbu-bumbu bawang putih, bawang merah, cabe, sereh, belimbing wuluh menjadikan rasa tim kuah ini juara. tak hanya kakap, mereka juga menyediakan jenis makhluk laut lainnya, mulai dari kerapu, putih, cumi dan udang.
  3. nasi goreng special di depot sari. terletak di jalan mulawarman, rumah makan ini memiliki menu nasi goreng yang menurut saya paling juara di berau ini. tidak seperti nasi goreng lain yang menggunakan saus tomat botol hingga warnanya berubah menjadi merah, rumah makan ini memberikan bentuk dan rasa nasi goreng yang cukup pas di lidah. ditambah gorengan ati ampela plus sayur mayur yang dicampurkan, membuat nasi goreng ini menjadi langganan saya sejak pertama kali tiba di berau.
  4. ikan goreng di rumah makan pantai losari 2. Memang, ikan goreng di berau cukup banyak dijual. Namun, rumah makan yang cukup nyaman serta rasa sambel yang (lagi-lagi) juara, membuat ikan goreng dan rumah makan ini cukup pantas didatangi.
  5. kedai kopi singkuang. walaupun jaraknya lumayan jauh dan rasa makanan yang masih dalam taraf biasa, namun atmosfer kafe yang dibuat seperti layaknya kafe2 di bandung membuat saya kerap mendatangi tempat ini. selain itu. inilah satau-satunya kafe yang menyedakan akses wifi gratis. hehehe.

*

orang-orang di berau terdiri dari banyak suku, mulai dari berau, banjar, bugis, dayak, jawa dan lain sebagainya. namun entah kenapa, orang-orang yang saya kenal selalu memiliki kekerabatan satu sama lain. di manapun, sering sekali saya mendapati kalimat: oh.. si anu kan masih sepupu jauh dari adiknya mertua saya! oh.. si inu kan masih sepupu dua kali dengan saya! o..si ini kan masih paman dengan ayah saya, makanya pak bupati yang masih adik iparnya paman saya itu adalah saudara saya! caleg anu itu kan masih kakaknya sepupu jauh saya yang di samarinda! sigh.. saya biasanya hanya mengangguk dan tidak bisa menjabarkan pohon keluarga mereka dengan jelas. yang pasti torang samua basudara toh? good.. jadi beta sonder pusing lagi.

***

ah.. BERAU season 2 ini pun kudu berakhir. saat ini saya sudah di bogor dan sibuk menyelesaikan data-data akhir penelitian saya tahap ini. masih ada satu bulan sebelum saya berangkat kembali ke belanda. berau pun punya satu tempat di hati ini. itulah rumah ketiga saya setelah bogor dan belanda. panjang rasanya jika saya harus menuliskan orang-orang yang telah membuat perjalanan saya di berau menjadi lebih mudah dan berharga. si mantri dan si pitoy adalah salah dua di antaranya (you’re the best, bros!!). tak lupa, bapak dan ibu haji tempat saya tinggal di tanjung redep, the jumper, orang-orang hebat di kampung yang saya datangi, mas iswan dan mbak asih sang kakak terbaik saya di berau, serta sahabat-sahabat baru lainnya. terima kasih! i will come back, for sure!

Mengapa Kami Memilih Islam

Friday, January 30th, 2009

"Semua anak dilahirkan disertai kecenderungan kepada agama fithrah (Islam). Lalu ibu bapaknyalah yang menyebabkan anak menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi." Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Buku ini berisikan tulisan-tulisan pengakuan dan ungkapan para sarjana dan cerdik pandai dari segala kalangan, bangsa dan agama yang mendapatkan hidayah Ilahi dan lalu memeluk agama Islam. Dalam buku ini dikisahkan tentang mereka-mereka yang mendapatkan pancaran hidayah karena mereka merasa bahwa Islamlah jalan yang selama ini mereka cari-cari.

Apabila orang Islam yang menemukan dan mengemukakan hakekat kebenaran ajaran Islam dan keserasiannya dalam mengatur kehidupan manusia pribadi dan masyarakat, maka hal itu sudah sewajarnya akan tetapi mungkin juga dinilainya terlalu subjektif dan memihak karena mereka dianggap internal Islam yang selalu memuji agamanya sendiri. Sebaliknya apabila penilaian terhadap Islam itu dilakukan dan dinyatakan oleh orang-orang di luar Islam atau oleh orang-orang yang karena keinginannya mencari kebenaran dan melakukan penyelidikan akan ajaran Islam lalu menemui keindahan dan kebenaran ajaran Isalm, maka sungguh pengakuan dan hasil penemuannya itu sulit dnngkari kebenaran dan kejujurannya serta patut dihargai pendapat-pendapatnya yang jujur dan ikhlas itu untuk dijadikan bahan berharga terutama bagi cerdik pandai dalam mencari kebenaran bagi pedoman tata kehidupannya.

PR Yang Tertunda

Friday, January 30th, 2009

Kesibukan offline sekarang ini sangat menyita waktu dan membutuhkan perhatian yang lebih banyak sehingga mau tidak mau harus ada yang dikorbankan dan itu tak lain adalah kesibukan online.

Menjadi suami SIAGA 1 yang harus selalu dilakukan selama 9 bulan akhirnya berbuah manis dengan kelahiran buah hati kami yang kedua dan semuanya sehat. Dan itupun lagi-lagi menyita perhatian saya, karena saya lebih senang berlama-lama menggendong, mengurus dan menatap wajah buah hati kami yang kedua ini persis saat buah hati pertama kami lahir 5,5 tahun yang lalu.

Lalu impactnya terhadap kehidupan online apa?, tentunya banyak dan itu perlu dikerjakan satu demi satu. banyak sekali draft posting yang belum selesai karena mencoba untuk memenuhi keinginan dan kemauan para netter dan blogger yang mem-Buzz melalui YM ataupun berkirim email. Hanya saja kok lom ada yang berkirim uang :)

Dan kini saya coba untuk mengurutkan PR tersebut dalam skala prioritas yang bobotnya saya sendiri yang tahu, maksudnya dimana mood saya mengerjakan PR itu maka akan saya kerjakan terlebih dahulu dan tentunya harus paralel dengan ketersedian waktu. PR ini tidak banyak, hanya saja perlu sedikit imajinasi dan tulisan yang runtut karena berbentuk seperti tutorial. Apa saja sih PR-nya, saya sebutkan disini biar menjadi hutang saya dan mendorong saya untuk mengerjakannya.

1. Tutorial Cara install dan setting IPCop untuk Warnet Speedy.
kenapa IPCop dan Speedy?, karena Speedy yang paling banyak dipakai oleh warnet sedangkan IPCop ini mudah sekali bagi para admin pemual warnet.

2. Tutorial cara install dan setting pfSense untuk Warnet Speedy.
ini sebenarnya sama saja dengan nomer 1, hanya beda rasa. Ibaratnya mie ayam, maka pfsense merupakan mie ayam bakso.

3. Daftar Plugin yang saya gunakan.
Ini merupakan posting tentang kumpulan plugin yang saya gunakan di blog ini. Ini sedikit keluar dari pakem blog ini, jadi nanti akan saya posting di blog sebelah yang memang khusus membahas dunia blog dengan cita rasa saya.

4. Kirim email komplen ke Google soal PR.
Tiba-tiba saja PR blog ini dihantambadai dan tidak disisakan sama sekali oleh penguasa search engine sekarang ini -Google-. PR simplyeko.com dibabat habis menjadi NOL dari sebelumnya PR3. mengenaskan bukan?, biarlah. Saya nunggu tanggal 1 Februari dulu.

5. Mau nambahin?

Oke gitu dulu deh. PR perlu segera dikerjakan dan segera di update hasilnya termasuk komplain ke Google.

Satu Hari di Bulan Januari

Friday, January 30th, 2009

Pritha Khalida

“Di sini kah kita akan tinggal, Ma?” Tanyaku pada Mama, yang baru saja menutup pintu. Agak susah pintu tersebut ditutup, karena di sana-sini masih bertumpuk kardus-kardus.
“Baru segini kemampuan Mama saat ini, De.” Suara Mama terdengar lembut namun tegas.

Rumah petak berukuran 3 x 10 meter. Dengan dua kamar yang tak berpintu. Ya, tak berpintu! Satu kamar mandi kecil dan satu dapur kecil dengan wastafel yang sudah banyak karat di beberapa bagiannya, turut melengkapi rumah ini.

“Kok yang punyanya enggak mengecat dulu rumahnya sih, Ma?”
“Enggak sempat, De. Penyewa sebelumnya baru pindah dua hari yang lalu. Sedangkan kita kan butuh pindah cepat juga.” Tangan Mama yang cekatan mulai membongkar-bongkar kardus.

“De, ada bakso tuh! Beli yuk?” Alina – saudara kembarku, memanggil dari arah lorong menuju dapur. Aku sebetulnya enggak pengin makan bakso. Enggak Cuma bakso deh, kayaknya. Aku enggak selera makan apa pun di rumah ini, sungguh! Tapi mata Alina menatapku, yang apabila diberi balon ucapan seperti di dalam komik-komik, mungkin akan tertulis ‘Cepat Kesini Jangan Banyak Alasan!’

“Udah dong De, jangan protes melulu. Kasihan kan Mama. Segini aja mestinya kita udah bersyukur masih bisa punya tempat tinggal.
“PUNYA? Ini kan Cuma NGONTRAK.” Kataku sengit.
“Eh tapi kita kan udah bayar setahun penuh. Itu artinya dalam waktu setahun, rumah ini milik kita.” Alina mengambil dua buah mangkok dan menyodorkan satu padaku.
“Apaan?”
“Mau bakso enggak?”
Aku menggeleng. Tanpa banyak komentar, Alina menyimpan kembali mangkok yang sedianya untukku. Lalu berlalu dari hadapanku, menuju pintu samping.

Aku menatapnya dari balik pintu. Alina sedang berdiri di samping tukang bakso, memberi perintah pada abangnya untuk membuatkan semangkok bakso favoritnya yang tidak pakai seledri dan bawang. Beberapa anak kecil ingusan lewat di samping Alina, membawa mainan-mainan yang kumal. Alina dengan ramah menyapa mereka. Anak-anak itu menjawab sapaan Alina, hingga dalam waktu sebentar saja mereka sudah terlihat sangat akrab.
“Daagh adik-adik…” kata Alina saat semangkuk bakso panas sudah siap di hadapannya.

***

Pukul 2.45 dini hari. Mataku masih belum juga bisa terpejam. Sementara di sampingku, kulihat Alina sudah lama terlelap memeluk guling kesayangannya. Hufft! Aku masih berharap bahwa ini mimpi. Sangat berharap bahwa aku akan terbangun di pagi hari dan melihat dinding kamar dengan wallpaper berwarna ungu muda. Sedikit menoleh ke arah kiri, biasanya ada segelas susu low fat yang sudah disiapkan oleh Irah, pembantu rumah tangga kami. Selanjutnya aku akan mengecek communicator yang berisi setidaknya satu ucapan selamat pagi dari Andri.

Tapi semua tidak lagi kumiliki saat ini. Kamar yang kutempati sekarang berdinding biru kusam, seperti yang tak pernah dicat bertahun-tahun lamanya. Sudah sempit, harus berbagi dengan Alina pula. Lihat ke sebelah kiri, jangankan meja kecil tempat menaruh gelas susu, yang ada tumpukan kardus berisi barang-barangku, yang aku sendiri enggak tahu mau menyimpannya di mana. Irah pulang kampung sebulan yang lalu. Andri… Sial! Cowok itu pergi entah kemana setelah ayahku mendadak jadi artis di beberapa berita kriminal di tivi, karena kasus korupsi dan pernikahan sirinya terbongkar. Dan jangan tanya kemana communicator kesayanganku. Alina memintanya seminggu yang lalu! Untuk ongkos pindahan, katanya.

Tuhan…Tuhan… tolong dong jadikan ini hanya sebagai mimpi buruk di siang hari! Tolong Tuhan, jika pun hanya boleh aku memohon satu kali lagi sepanjang sisa usiaku, aku hanya inginkan semuanya kembali seperti semula, sungguh!
Namun Tuhan tidak memihakku saat ini.

***

Sekolah baru tidak begitu menyenangkan untukku. Ralat, rasanya seperti neraka! Bukan hanya fasilitasnya yang sangat minim, dimana toiletnya saja kurasa sama dengan yang ada di terminal bis antar kota. Tapi teman-temannya juga sangat enggak menyenangkan! Mereka tuh pengin tahu aja urusan orang. Pakai tanya-tanya lah, kenapa aku pindah dari International School kesini? Gimana rasanya? Ada bedanya enggak? Dan bla…bla…bla…

Ya jelas lah ada bedanya! Jauuuuh! Di sekolah lamaku, semua terlihat dan berjalan sangat teratur. Kebersihan dan disiplin adalah faktor utama yang yang harus dijalankan. Boro-boro ada tukang dagang berkeliaran di depan pagar (dan siswa boleh makan di luar pada jam sekolah!), di sana ada cafetaria yang menyediakan makan siang kami setiap harinya, dengan menu empat sehat lima sempurna.

“De, lihat nilai yuk! Katanya udah dipasang di mading!” ajak Alina, membuyarkan lamunanku. Buku di hadapanku terlempar.
“Nilai apa?”
“Ulangan Biologi kemarin.”
Alina menyeretku menuju papan pengumuman. Aku enggak bersemangat sama sekali.
“Waah, selamat ya Alina…”
“Iya, kamu pintar sekali…”
“Besok-besok ajarin aku, dong…”

Ucapan-ucapan itu memberondong Alina ketika kami sudah hampir mendekati mading. Tidak butuh waktu lama bagiku untuk mengetahui penyebabnya. Alina mendapatkan nilai sempurna untuk ulangan harian pertama kami di sekolah ini. Sementara aku, dapat 10! Sepuluh dari range 0 – 100! Baguuuus…

Setelah semua teman sekelas tak lagi berada di sekitar kami, Alina mencolek lenganku, “Kamu enggak belajar ya, De?”
Aku hanya melihatnya sekilas, lalu meninggalkannya.

***

Bulan Januari sudah hampir usai. Alina sibuk meneliti resolusi di dalam agendanya. Ia memberi tanda check list pada beberapa kolom. Woow! Adakah resolusi yang bisa ia jalankan pada masa-masa sengsara seperti ini? Oh yaa, aku juga membuat resolusi waktu itu. Tapi itu semua sudah hilang. Sudah kubilang kan, kalau communicator-ku menjadi salah satu modal kami hingga tiba di rumah bau apek ini?!

***

Malam itu hujan turun begitu deras. Aku khawatir atap rumah yang kami tempati saat ini, tak cukup kuat untuk menahan airnya.

“Kak…” kubangunkan Alina.
“Hmmh…” masih dengan mata yang setengah terpejam, Alina melihatku.
“Ujannya gede banget ya? Bakal bocor enggak, sih?”
“Enggak tahu.” Jawabnya singkat.
“Kalau bocor gimana?”
“Ya ditampung.” Alina masih menjawab dengan tenang. Seolah-olah rumah yang bocor adalah masalah kecil baginya. Sama dengan kalau aku bertanya harus diapakan kah makanan yang sudah basi? Lalu dijawab, ya dibuang. Singkat.

***

Keesokan harinya, kami – Aku dan Alina, baru pulang sore hari. Hujan deras membuat kami basah kuyup. Satu payung kecil untuk berdua tentu saja tak menjanjikan perlindungan memadai di tengah hujan deras dan angin yang bertiup kencang. Apalagi kami sekarang naik metromini pulang sekolah. Buat yang pernah yang tinggal di Jakarta, pasti tahu lah bahwa bis berwarna oranye ini tak pernah benar-benar berhenti saat menaikkan atau menurunkan penumpang. Keadaan yang menjadikan kami mau tak mau harus bersahabat dengan genangan air di pinggir jalan.

“De, banjir!” Alina menunjukkan luapan air yang sepertinya sudah mencapai lutut, beberapa meter di hadapan kami. Ya, jalanan di mana kami berdiri saat ini lebih tinggi kurang lebih empat puluh sentimeter, sehingga air tergenang di bagian yang rendah.

“Terus, gimana caranya ke rumah?”
“Eng… kayaknya rumah kita juga kebanjiran deh…” Alina menggumam. Oh tidak!
“Jadi gimana, dong?” aku mematung di tempat. Alina dengan sigap melepas sepatu dan kaos kakinya.
“Yuk, De?”
Apa? Ia mau menerobos banjir? Oh jangan… Aku enggak berniat melakukan hal yang sama. Enggaaaaak!
“Cepat! Kasihan Mama, pasti repot kalau rumah kemasukan air.”
“Tapi, airnya kotor, Kak!”
“Ya udah kamu tunggu aja di sini!” kali ini Alina terdengar begitu kesal padaku.

Mesti gimana lagi, coba? Aku enggak bisa membayangkan harus berjalan di tengah banjir. Tahu sendiri dong, kalau banjir itu berasal dari luapan air sungai atau selokan? Yang mana sungai atau selokan di sekitar rumah yang kami tempati itu warnanya butek! Hiiy, aku bergidik membayangkan apa saja yang ada di dalamnya.

Satu jam nyaris berlalu ketika genangan air di hadapanku sudah menyusut hingga semata kaki. Oke, tunggu beberapa menit lagi sampai surut betul, baru aku akan pulang. Bilang saja aku manja atau apapun itu. Tapi mengingat bahwa pastinya aku harus ikut membersihkan sisa banjir di dalam rumah, maka kuanggap penantianku saat ini sebagai saat untuk mengumpulkan tenaga.

Begitu tiba di depan rumah, kulihat ramai sekali. Beberapa orang tetangga berkumpul di sekitar rumahku. Ada apa, ya?
“De, sini cepet! Nanti kehabisan lho ubi rebusnya!” aku melihat Alina dari balik jendela yang dibuka lebar.
Ubi rebus? Terus banjirnya??

Aku menerobos masuk ke dalam rumah setelah sedikit menebar senyum kepada beberapa orang yang masing-masing sedang memegang sebuah ubi rebus. Di dalam, terlihat masih ada dua piring berisi ubi rebus. Piring satunya masih agak penuh, sementara yang lainnya tinggal berisi dua buah ubi.

“Ma…” aku mencari sosok Mama di antara beberapa tetangga yang ada di rumah kami. Kubuka tirai kamar Mama. Kulihat beliau baru saja selesai shalat.

“Cepat ganti baju, De. Lalu ngumpul sama tetangga, ya… Ngobrol-ngobrol lah, sekedar ucapan terima kasih. Kita sudah banyak dibantu lho tadi, membersihkan air yang masuk.” Mama melepas mukenanya. Aku tak tahu harus bicara apa.

Kupeluk Mama, “Ma, maafin Ade, ya?”
Mama balik memelukku, lebih erat. Air mata tak kuasa lagi kubendung. Ia jatuh satu-persatu membasahi pipiku.
“Udah lah, De. Enggak apa-apa.”
“Ade udah jahat banget sama Mama. Hikss…”
“Mama juga minta maaf. Enggak banyak yang bisa Mama lakukan untuk mengatasi musibah yang menimpa keluarga kita, De.”
“Enggak. Mama udah ngelakuin semua yang terbaik. Mama tetap berusaha supaya kami bisa tetap makan, sekolah… itu udah lebih dari cukup, Ma.”
“Syukur lah kalau kamu bisa ngerti.” Mama mengusap rambutku dengan lembut, lalu menyimpan lipatan mukena dan sajadahnya di atas kasur. Kulihat beberapa barang yang tadinya disimpan di lantai pun kini sudah berpindah ke atas kasur. Lantai semen masih terasa lembap. Mama menyodorkan sebuah daster padaku. Aku melongo.

“Pakai ini aja dulu, biar cepat. Nggak enak membiarkan tetangga menunggu lama.” Aku pun segera mengganti seragamku.

“Lama amat sih ganti bajunya?” Alina manyun. Aku tersenyum saja menanggapinya. Ia menuju dapur dan sebentar kemudian kembali dengan piring yang berisi beberapa potong ubi.
“Untung kamu punya kakak yang baik. Nih, kalau enggak kusimpankan, pasti udah gak dapet jatah!”

Tanpa menunggu lama, sepotong ubi rebus pun berpindah ke dalam mulutku. Lezaaat! Sama lezatnya dengan keadaanku saat ini. Berada di tengah-tengah orang yang kucintai. Ya, itu saja sudah lebih dari cukup… untuk saat ini :)

1 dari 8 Orang Indonesia adalah Pemain Game Online

Friday, January 30th, 2009

Potensi pasar di Indonesia untuk produk-produk permainan kreatif ternyata didominasi oleh produsen game luar negeri. Terhitung 80 persen game online adalah produk buatan luar negeri. Dengan jumlah penduduk 200 juta lebih, Indonesia menjadi wilayah paling penting  untuk melakukan penetrasi terhadap produk-produk asing.

Lolly Amalia, Direktur Sistem Informasi, Perangkat Lunak dan Konten Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) mengatakan, hingga saat ini jumlah WARNET  yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai 5 juta warnet dengan rata-rata tiap warnet memiliki 10 komputer. “Sementara pengguna game online rata-rata 6 orang per warnet, maka setidaknya ada 30 juta orang Indonesia yang berselancar di dunia maya ungkapnya.

Atau dengan kata lain, 1 dari 8 orang Indonesia adalah pemain game online. Dengan kondisi pasar seperti itu, Indonesia menjadi pasar yang cukup potensial untuk industri permainan interaktif.

Industri permainan interaktif sendiri, berdasarkan cetak biru pengembangan ekonomi kreatif Indonesia mempunyai pengertian sebagai kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan pada media komputer, video, konsol, telepon genggam, dan jaringan internet, yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi.

Sedangkan kriteria untuk menentukan sebuah permainan disebut permainan interaktif adalah permainan yang menggunakan aplikasi piranti lunak pada Komputer (online maupun stand alone), konsol (Playstation, XBOX, Nitendo dll), Telepon genggam, maupun alat ketangkasan lainnya.

Namun, kondisi pasar yang liquid tersebut ternyata tidak dirasakan oleh produsen permainan interaktif di level domestik. Penetrasi produk asing membuat produsen dalam negeri seakan hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Sebagai contoh, Lolly menceritakan bahwa Universitas Bina Nusantara (Binus) pernah membuat film animasi sebanyak 52 seri. Ketika ditawarkan ke semua stasiun televisi di Indonesia, film tersebut tidak ada yang mau membeli. “Akhirnya, mereka (Binus, -red), menjualnya ke Korea, dan laku. Ternyata, sekarang film itu dialih bahasakan ke bahasa Indonesia karena ada stasiun TV yang mau membelinya dengan harga yang jauh lebih mahal,” tuturnya.

Kenyataan ini dirasakan oleh Lolly sebagai suatu hal yang ironis. “Masyarakat kita sepertinya lebih senang membeli produk luar negeri, padahal produk tersebut sebenarnya karya lokal,” keluhnya. Senada dengan Lolly, Ketua Asosiasi Penggiat Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia (APMETI) Dhanang Sasongko mengungkapkan kekhawatiran yang sama. “Jika kondisi ini dibiarkan, maka pada 2010 nanti, Indonesia hanya akan jadi penonton,” ungkapnya.

Potensi industri dari permainan interaktif, seperti diungkapkan oleh Lolly, masih terbuka sangat lebar, tidak hanya di Indonesia, namun di negara-negara maju. Lolly mencontohkan, di Amerika Serikat, penjualan game online Grand Theft Auto (GTA) mampu membukukan keuntungan hingga 4,6 triliun rupiah hanya dalam tempo seminggu. Angka tersebut mengalahkan pendapatan penjualan tiket bioskop dari film Transformer yang hanya berhasil membukukan keuntungan sebesar 1,4 triliun rupiah.

Senada dengan Lolly, Dhanang mengungkapkan bahwa segmen terbesar dari permainan interaktif adalah anak-anak dan remaja. “Segmen ini berada dalam jumlah yang terbesar dalam populasi orang Indonesia, dan segmen ini mempunyai karakter yang bisa berubah, dan menyukai hal-hal yang baru,” ujar pria yang juga aktif di Yayasan Sumbangsih Untuk Negeri. “Tapi, ancaman terbesar kita adalah dari luar negeri,” imbuhnya seraya mengatakan bahwa anak-anak sekarang lebih hafal tokoh- tokoh dalam komik Naruto, dan tidak mengerti siapa Pandawa, atau Gatotkaca.

Berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM), Lolly mengungkapkan bahwa jumlah pengembang atau developer game di Indonesia baru sebesar 20 developer dengan SDM sekitar 114 orang. Kurangnya SDM ini dijawab oleh Beng Rahardian dari Akademi Samali Jakarta, sebuah akademi seni berbasis gambar dan komik, dengan mengatakan bahwa minimnya SDM tidak menunjukkan bahwa orang Indonesia tidak mampu bikin game. “Banyak orang Indonesia yang karyanya dibeli oleh produsen dari luar negeri, bahkan banyak juga yang bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Dhanang menambahkan, industri permainan kreatif juga tidak mendapat dukungan yang signifikan dari dunia bisnis, khususnya dari segi pembiayaan dan distribusi. Banyak lembaga perbankan yang tidak mau mengucurkan kredit kepada perusahaan-perusahaan pembuat game. “Selain itu, para produsen game juga seringkali tidak tahu produknya harus dijual kemana di dalam negeri, karena tidak ada distributor yang mau mendistribusikan,” imbuhnya.

Selain kedua problem tersebut, industri permainan interaktif masih harus menghadapi tembok besar pembajakan yang membuat Indonesia menempati peringkat ke-12 negara pembajak terbesar di dunia. Untuk itu, Dhanang mendesak pemerintah untuk melakukan proteksi terhadap hasil karya pengembang game di Indonesia dengan kebijakan yang mendukung penciptaan iklim bisnis yang lebih sehat. Serta perlu dibentuk sebuah wadah untuk mengembangkan permainan interaktif menjadi sebuah industri yang mampu memberi kontribusi terhadap ekonomi kreatif Indonesia. “Wadah tersebut berisikan orang-orang dari kalangan industri, pengembang game, pemerintah dari lintas departemen, akademisi, dan juga komunitas pengguna, sehingga dapat terintegrasi dengan baik,” ujar Dhanang.

Yunus
Wartawan

Msyani ( Editor  summary ) wikimu.com

10 Totally Random Things about me since I’m tagged anyway

Thursday, January 29th, 2009

ech.

The Rules!!!!

  1. Each blogger must post these rules.
  2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves.
  3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.
  4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.

Gw ubah jadi FAQ aja. Note the word “random”,

1. Kalo Dewe jadi Power Ranger, dia pengennya pilih warna apa?
Gak mau jadi Power Ranger, maunya jadi Putty Patrol. Mereka karyawan-karyawan Rita Repulsa yang kurang dimengerti dan dipahami. Sebenarnya mereka sama seperti kita, sayang anak dan sayang istri. Mari kita bela hak-hak Putty Patrol beserta musuh-musuh kroco lainnya. Karirnya gak begitu bagus sih emang.

2. Seandainya Dewe jadi Kamen Rider, gimmick henshin dia apa dan gerakannya gimana?
Gak mau jadi Kamen Rider, gw kaga bakal bawa motor D: kecuali kalo bajajnya Ryuki diitung motor. Berarti gw harus bisa masuk mirror world, tapi entah kenapa gw coba di TVST gagal tuh. Cuma ada bunyi DUENG dan diliatin orang2 TVST.

3. Seandainya Dewe terlantar di pulau terpencil dan hanya boleh bawa 1 buah buku, buku apa yang akan dia bawa?
Buku kosong :>
….yang tentunya akan bermasalah pada alat tulis, tapi anggap saja alat tulis tersedia o.o

4. Kalo Dewe nyasar di labirin dan ada belokan kiri dan kanan (ya iyalah belokan ke mana lagi sih), arah mana yang akan dia pilih?
Kecuali tidak tersedia botol/sendal/alat lain yang bisa digunakan untuk ngundi arah, gw ke kiri.

5. Apakah Dewe itu Superman?
Bukan.

6. Kalo Dewe tidur, apakah dia perlu guling?
Ya.

7. Apakah Dewe suka sayur?
Suka, makanya gak pernah gw makan.

8. Apakah udelnya Dewe enak?
Lidah gw gak nyampe.

9. Bila Dewe sedang tidak beres pendengarannya sehingga tidak mendengar apapun, lalu berteriak di tengah hutan tanpa ada saksi lain yang mendengar teriakannya itu, apakah Dewe mengeluarkan suara?
…wuh O_o

10. Why am I even doing this?
…kejar setoran posting.

Oooh, tagging time. I don’t even know if half of these guys still posting, but I’m tagging everyone on the blogroll. Yup gw males ngetik. Work time!

YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (28)

Thursday, January 29th, 2009

1. “Internet Sehat” Blog Award 2009

is-blogger.jpg 

Internet Sehat Blog Award 2009 ini adalah penghargaan yang diberikan kepada pengelola blog (blogger) yang dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikirannya dalam bentuk tulisan di blog. Tulisan tersebut tentunya yang harus dapat memberikan ide ataupun mengarahkan tindakan atas pembacanya  untuk melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat, bagi dirinya ataupun masyarakat sekitarnya di Indonesia.

Kriterianya ada education blog, family blog, student blog, travel & culinary blog, techno blog,citizen journalist, inspirative blog, Best of The Best blog dan Super Blog.

Jurinya? Ini foto2nya:

foto juri

mereka adalah:

Budi Putra (blogger, Asia Blogging Network)

Romi Satria Wahono (blogger, IlmuKomputer.com)

Donny B.U. (blogger, akademisi)

Onno Purbo (Advisory Board Chairman of Indonesian ICT Partnership)

Dan ini hadiahnya:

hadiah

Mau ikutan juga? Selengkapnya baca disini

2. Kumpulan Blog Penjiplak

Tagline di blog ini sangat unik “Mencatat Mereka Yang Menyadur Tapi “Lupa” Memberi Atribusi”. 

Slogan yang cerdas dan menggugah.Hargailah karya orang lain dan hindari perbuatan tidak terpuji dengan melakukan “copy-paste’ tulisan orang lain apalagi tanpa menuliskan dari mana asal tulisan tersebut. Untuk meningkatkan “spirit” diatas, sebuah blog yang berisi sejumlah blog penjiplak ditayangkan dalam sebuah blog tersendiri. Klik disini untuk melihatnya.

3. E-Book Tentang Internet Sehat

Silahkan baca link diatas. Disana anda dapat mengunduh Buku, Booklet (buku saku) dan Kartun Internet Sehat. Jangan lupa baca dulu Lisensi Penggunaannya. Nah, selamat mengunduh dan membaca!

Irradiasi: Cara Efektif Bagi Pengawetan Makanan?

Thursday, January 29th, 2009
Bayam Organik

Bayam Organik

Makanan adalah sesuatu yang sangat esensial bagi kelangsungan hidup manusia. Namun, umumnya makanan yang tersedia di alam memiliki masa penyimpanan (shelf-life) yang sempit. Sejak beratus-ratus tahun yang lalu, manusia terus berupaya untuk memproses makanan sedemikian rupa untuk memperoleh masa penyimpanan yang lebih lama. Berbagai usaha dicoba, entah itu dengan cara konvensional seperti pengeringan, pendinginan, dan penggorengan sampai kepada cara-cara yang inovatif seperti microwave heating dan food irradiation.

Sebanyak 38 negara telah mengizinkan irradiasi makanan sebagai salah satu cara untuk mengawetkan makanan; contohnya adalah Amerika Serikat, Kanada, dan Cina. Irradiasi atau ionizing radiation mengambil bentuk sinar gama dari isotop atau, yang jarang dilakukan dalam skala komersial, dari sinar-X dan elektron. Irradiasi dapat menghancurkan mikoorganime atau inhibisi dari perubahan biokimia.

Keunggulan utama dari irradiasi adalah:

  • tidak ada atau sedikit sekali proses pemanasan pada makanan sehingga hampir tidak ada perubahan dalam sensor karakteristik makanan,
  • dapat dilakukan pada makanan kemasan dan makanan beku,
  • dapat dilakukan pada makanan segar melalui satu kali operasi dan tanpa menggunakan tambahan bahan kimia,
  • hanya membutuhkan sedikit energi,
  • perubahan pada aspek nutrisi dapat dibandingkan dengan metoda pengawetan makanan lainnya, dan
  • proses otomatis terkontrol dan memiliki biaya operasi rendah.

Sinar gamma dan elektron dihilangkan dari bentuk lain radiasi dengan kemampuan ionisasinya (kemampuan memutuskan ikatan kimia saat diabsorbsi oleh material tertentu). Produk ionisasi dapat berupa electronically charged (ion) maupun netral (radikal bebas). Produk ini kemudian bereaksi dan menyebabkan perubahan pada material yang diirradiasi atau yang disebut dengan radiolisis. Reaksi inilah yang menyebabkan penghancuran mikroorganisme, serangga, dan parasit selama proses irradiasi makanan.

Dalam makanan yang memiliki kandungan air tinggi, air terionisasi oleh radiasi. Elekton dikeluarkan dari molekul-molekul air dan memutuskan ikatan kimia. Produk-produk tersebut kemudian berekombinasi membentuk hidrogen, hidrogen peroksida, hidrogen radikal, hidroksil radikal, dan hidroperoksil radikal.

reaksi

Ion-ion reaktif yang diproduksi oleh makanan irradiasi menghancurkan mikro-organisme dalam sekejap, dengan mengubah stuktur membran sel dan mempengaruhi aktivitas metabolik enzim. Namun, efek yang lebih penting adalah pada molekul deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA) dalam sel nukleus, yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan replikasi. Efek-efek rasiasi hanya dapat terlihat setelah jangka waktu tertentu, saat DNA double helix gagal dibongkar dan mikroorganisme tidak bisa direproduksi melalui pembelahan sel. Kecepatan destruksi sel individu bergantung pada kecepatan dimana ion diproduksi dan berinter-reaksi dengan DNA, dimana jumlah sel tereduksi bergantung pada dosis total radiasi yang diterima.

Singkatnya, semakin kecil dan simpel suatu organisme, maka dosis radiasi untuk menghancurkan organisme tersebut semakin tinggi. Virus sangat resistan terhadap irradiasi dan sangat sedikit terpengaruh oleh dosis yang biasa digunakan pada proses komersial. Spesies berbentuk spora (seperti Clostridium botulinum dan Bacillus cereus) dan yang mampu membetulkan DNA yang rusak dalam sekejap (seperti Deinococcus radiodurans) lebih resisten daripada sel-sel vegetatif dan bakteria non-spora. Serangga dan parasit seperti cacing pita dan trichinella membutuhkan dosis yang lebih rendah.

Alat irradiasi terdiri dari sumber isotop berenergi tinggi untuk memproduksi sinar-gamma atau, kadang-kadang, mesin sumber untuk memproduksi partikel elektron berenergi tinggi. Sumber isotop tidak bisa dimatikan, sehingga ditempatkan di dalam air di bawah area proses, untuk memungkinkan keluar masuk pekerja. Dalam operasi sumber dinaikkan, dan makanan kemasan dimasukkan pada konveyor otomatis dan dilewatkan melalui area radiasi pada jalur yang berbentuk lingkaran. Cara ini memaksimalkan proses radiasi dan memastikan perlakuan yang sama pada makanan. Sumber isotop membutuhkan materials-handling system yang lebih kompleks daripada yang dibutuhkan mesin sumber (machine sources).

Isotope Irradiation Plant: (1) irradiation chamber, (2) control room, (3) infeed conveyor, (4) outlet conveyor, (5) raw food store, (6) irradiated product store, (7) concrete shielding wall

Isotope Irradiation Plant: (1) irradiation chamber, (2) control room, (3) infeed conveyor, (4) outlet conveyor, (5) raw food store, (6) irradiated product store, (7) concrete shielding wall

Machine sources adalah akselerator elektron yang terdiri dari katoda yang dipanaskan untuk menyuplai elektron dan sebuah evacuated tube dimana elektron diakselerasi oleh medan elektrostatik voltase tinggi. Baik elektron yang digunakan langsung pada makanan atau target tertentu, material dibombardir untuk memproduksi sinar-X. Keuntungan utama dari penggunaan machine source adalah:

  • dapat dimatikan, dan
  • partikel elektron dapat diarahkan di atas kemasan makanan untuk memastikan distribusi radiasi yang lebih rata.

Penggunaan peralatan ini relatif mudah namun harga machine sources relatif mahal dan tidak efisien dalam memproduksi radiasi.

Pengawetan makanan memiliki berbagai keunggulan dan kemudahan dalam prosesnya. Namun demikian, pengawetan makanan dengan cara irradiasi juga memiliki kelemahan. Masalah utama dalam proses ini adalah:

  • proses dapat digunakan untuk mengeliminasi bakteri dalam jumlah besar sehingga dapat membuat makanan yang tidak layak makan menjadi layak jual,
  • jika mikro-organisme pembusuk dimusnahkan tetapi bakteria patogen tidak, konsumen tidak bisa melihat indikasinya dari bentuk makanan,
  • makanan akan berbahaya bagi kesehatan jika bakteri penghasil racun dimusnahkan setelah bakteri tersebut mengkontaminasi makanan,
  • kemungkinan perkembangan resistensi mikroorganisme terhadap radiasi,
  • hilangnya nilai nutrisi makanan,
  • sampai sekarang, prosedur analitik dalam mendeteksi apakah makanan telah diirradiasi belum mencukupi, dan
  • resistensi publik disebabkan oleh kekhawatiran akan pengaruh radioaktif atau alasan lain yang berhubungan dengan kekhawatiran terhadap industri nuklir.

Disadur dari:
F.J Fellow. 2000. Food Processing Technology: Principles and Technology 2nd ed. Cambridge: Woodhead Publishing Limited.

Ubuntu Pocket Guide and Reference

Thursday, January 29th, 2009
Ubuntu Pocket Guide and Reference

Ubuntu Pocket Guide and Reference

Although it’s been awhile I know about this book, I decided to download it today. At first I didn’t notice that this book is available for free download :D. The PDF version of this book is free to download and you can buy the print version from Amazon.com

The contents of this 152 pages book are:

Chapter 1: Installing Ubuntu
Chapter 2: Configuring Ubuntu
Chapter 3: Getting to grips with the desktop
Chapter 4: Users and the filesystem
Chapter 5: Hands-on at the command-line
Chapter 6: Software Management
Chapter 7: Securing the system

For you who interested to download this book, you can go directly to Ubuntu Pocket Guide and Reference website. User from Indonesia can download faster from FOSS-ID website. But it’s best if you download directly from their website to get the most recent version.

At this moment I also like to thanks the author of this book, Keir Thomas  for making this book free to download :)

Artikel ini dalam Bahasa Indonesia

Hello world!

Thursday, January 29th, 2009

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Iya… Hantunya Mana?

Thursday, January 29th, 2009

Yuhuuu… I’m back! Setelah beberapa hari kemarin melalang buana ke Semarang dan disibukkan oleh sidang KP yg mendebarkan, skrg saya baru punya waktu utk posting.

 

 

Jd gini…

 

 

Di Semarang kemarin akhirnya saya menyempatkan diri utk masuk ke Lawang Sewu. Sebenarnya tahun lalu jg udh ke sini sih, tp ga sampai masuk ke dalam. Apalagi ke penjara bawah tanahnya yg konon angker bgt itu. Ya udh, mumpung lg di Semarang, ga saya sia2kan kesempatan itu utk menjelajah habis2an tempat yg sangat legendaris itu bersama teman2 dr Loenpia.net.

 

(more…)

KERJA SAMA PT MEGAXUS dengan Lineage2 DAN CG GAME CENTER

Thursday, January 29th, 2009

Halo para Online  Gamers !!! tak terasa kita sudah  menginjak tahun 2009 dan tentunya yang sangat di tunggu tunggu yaitu UPDATE Dunia Game Online Indonesia yang semakin maju saja. mungkin ada yang tahu Indonesia menempati peringkat 3 besar  DUNIA, dalam kategori Game Online Jenis MMORPG, itu dari prestasi player nya belum dari jumlah penggunanya yang konon menempati peringakt 4 ASIA, dan masuk  10 besar dunia, tentunya prestasi itu cukup membanggakan,bagi para Gamers khusus nya dan  bagi para pekerja IT di Indonesia pada umum nya.

 

GAME CENTER DI INDONESIA KELAS DUNIA  ( AYOLA JAKARTA )

 

Tak terasa sudah hampir setahun saya mengelola Bisnis Game Online, dan momen yang paling ditunggu tunggu adalah kehadiran GAME ONLINE terbaik dunia yang di Lisensi oleh PUBLISHER  GAME ONLINE Indonesia yaitu PT MEGAXUS infotech, konon mendatangkan Game Online Ini ke Indonesia cukup mahal, ya tentu sangat mahal, karena Game yang di bawa ke Indonesia tidak tanggung tanggung yaitu Game Online sekaliber LINEAGE 2 dari KOREA. ya sudah tersohor di DUNIA, mungkin kita agak terlambat untuk merasakan serunya bermain Game Online ini, kita tahu LINEAGE 2 yang di bawa oleh PT Megaxus ke Indonesia melakukan beberapa tahap percobaan. bayang kan untuk satu GAME saja, pihak developer memerlukan TEST SERVER selama setengah tahun, mungkin satu satu nya Game di DUNIA yang melakukan TEST server selama itu, dan itu terjadi di Indonesia.

 

 

ya !!!  kali ini MSYANI menulis BLOG tentang kerja sama GAME Center yang saya kelola dengan pihak PT MEGAXUS sebagai Developer GAME ONLINE LINEAGE 2, tanpa pikir panjang saya langsung mengajukan permohonan kepada Team LINEAGE 2 agar untuk di masukan ke dalam warnet support di INDONESIA yang siap menjalankan GAME Terbaik dunia yaitu LINEAGE 2,  dan dengan bangga saya perkenalkan Game Online Terbaru di Game Center CYBER GEAR GAME mulai tanggal 6 Februari yang tepat dengan hari ulang tahun saya. al hasil CYBER GEAR GAME mendapatkan lisensi dari pihak PT MEGAXUS untuk menjalankan GAME TERBAIK DUNIA ( LINEAGE 2 )

 

Berikut Screenshoot Official site LINEAGE 2 INDONESIA

 

dan CYBER GEAR GAME mendapat Lisensi untuk menjalankan GAME LINEAGE 2 DI AREA KOTA BANDUNG - CIMAHI dan saya sebagi Contact Person nya.

Image Hosted by ImageShack.us

 

 

 Mungkin bagi kalian yang ingin mencoba GAME Online ini, saya rekomendasikan untuk mengunjungi dulu situs resmi LINEAGE 2 INDONESIA di http://www.lineage2.co.id untuk lebih mengenal dan mengetahui jalan ceritanya.

Sekilas prestasi LINEAGE 2 di tingakat NASIONAL

Lineage II Indonesia Awards 2008

Pada ajang bergengsi di Indonesia Game Show 2008 ( IGS ), Lineage II Indonesia telah mendapatkan awards sebagai game yang memiliki Grafis 3D Terbaik.

Dan pada tahun-tahun sebelumnya Lineage II juga telah mendapatkan 4 Awards yang diantaranya adalah:

  1. Expansion Of The Year pada tahun 2006 - yang diberikan oleh STRATICS
  2. Game Of The Year pada tahun 2006 - yang diberikan oleh STRATICS
  3. Favorite P2P Game pada tahun 2007 - yang diberikan oleh MMOSITE
  4. Best Graphic Game pada tahun 2007 - yang diberikan oleh MMOSITE
  5. Graphic 3D Terbaik pada tahun 2008 - yang diberikan oleh Indonesia Game Show 2008
  6. Best Graphic pada tahun 2008 - yang diberikan oleh majalah OMEGA

Oke cukup sekian artikel BLOG saya mengenai GAME ONLINE, apabila kalian membutuhkan DVD installer LINEAGE 2 saya bisa bantu untuk mendapatkan nya, tentunya ASLI dari pihak Publisher nya