Archive for December, 2008

Mobile Internet, Dunia Serasa Dalam Genggaman

Wednesday, December 31st, 2008

Sungguh mengagumkan, bagaimana mungkin benda sekecil itu bisa memiliki kemampuan sedemikian rupa. Mungkin dulu banyak orang tidak menyangka bahwa telepon seluler yang ukurannya bisa dikatakan sangat mungil tersebut kini bisa dipakai untuk berbagai hal.

Telepon dan berkirim SMS itu sudah biasa, namun browsing Internet lewat telepon seluler, itu baru luar biasa. Bayangkan saja, kita bisa mengakses website, chatting dengan teman-teman kita, mengirim email, blogging, dan aktivitas lainnya dengan amat mudahnya. Kita tidak perlu repot-repot pergi ke warnet untuk melakukan aktivitas online. Cukup dengan telepon seluler saja, praktis bukan?

Tak lama lagi mungkin telepon seluler akan lebih populer dibandingkan dengan perangkat komputer dalam kaitannya dengan aktivitas online. Kenapa demikian?

Pertama, pertumbuhan jumlah pemakai telepon seluler di Indonesia saat ini lebih besar dibandingkan dengan perangkat komputer. Hal tersebut tidak lepas dari sifat telepon seluler itu sendiri  yang portabel, praktis, serta mudah dipakai. Pengguna relatif tidak memerlukan waktu yang lama untuk bisa menggunakan telepon seluler. Sebaliknya, tidak sembarang orang bisa menggunakan komputer, perlu kemampuan khusus untuk bisa mengoperasikannya.

Kedua, pemakaian perangkat komputer kurang begitu memasyarakat. Di Indonesia ini, mayoritas pengguna komputer adalah kalangan pelajar, mahasiswa dan kaum intelektual. Coba Anda tanya masyarakat di pedesaan, apakah mereka memiliki dan bisa menggunakan komputer, pasti sebagian besar menjawab tidak. Namun sebaliknya, apabila Anda tanya apakah mereka memiliki telepon seluler, mungkin jawabannya akan berbeda.

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa saat ini jaringan telepon seluler telah merambah hingga ke pelosok pedesaan. Jadi jangan heran jika ada petani atau pedagang kambing di desa yang sangat terpencil namun memiliki telepon seluler yang lebih canggih dibandingkan telepon seluler milik Anda.

Ketiga, faktor persaingan dalam industri seluler, dalam hal ini operator dan vendor telepon seluler. Kalau kita cermati berbagai iklan di media cetak maupun elektronik tampaknya faktor tersebut cukup dominan. Operator seluler saling berlomba untuk merebut hati pengguna telepon seluler. Berbagai trik dipergunakan dengan harapan bisa menggaet pelanggan sebanyak-banyaknya.

Tak ketinggalan pula vendor telepon seluler. Mereka pun berusaha keras untuk menciptakan berbagai terobosan teknologi agar bisa menghasilkan produk telepon seluler yang murah namun memiliki fitur yang lengkap dan canggih.

Bagi pengguna telepon seluler, hal tersebut merupakan suatu keuntungan tersendiri. Mereka bisa memiliki dan menikmati kecanggihan teknologi telepon seluler yang dilengkapi dengan berbagai fitur menawan dengan harga yang cukup terjangkau.

Di samping ketiga faktor tersebut di atas, ada hal lain yang juga sangat penting yaitu faktor mobilitas pengguna. Tentu lebih praktis dan ringan membawa telepon seluler di dalam saku daripada menenteng notebook atau perangkat komputer.

Jika infrastruktur jaringan Internet nirkabelnya memadai, pemakaian notebook untuk mengakses Internet memang praktis. Akan tetapi jika jaringannya kurang bagus apalagi tidak ada sama sekali tentu menjadi tidak praktis lagi. Bisa dikatakan di Indonesia lebih mudah menemukan jaringan seluler daripada Internet nirkabel.

Itu artinya telepon seluler yang dilengkapi dengan koneksitas Internet jauh lebih praktis daripada perangkat komputer atau notebook.

Tahun 2009

Wednesday, December 31st, 2008

Eh, udah taun 2009 aja… :D

Happy New Year!!

Wednesday, December 31st, 2008

Semoga pada tahun Masehi dan Hijriyah yang telah kita lewatkan menjadi pengalaman berharga yang tak terlupakan dan tahun baru ini menjadi sebuah langkah perubahan besar yang menjadikan kita lebih baik dari sebelumnya ^^

Met Tahun Baru ^.^

Web Ujian Masuk UGM di Deface

Wednesday, December 31st, 2008

Web Ujian Masuk UGM di Deface, originally uploaded by luphkimm.

Web Ujian Masuk UGM di Deface. Aku buka pukul 19.30 WIB 31-12-2008. Padahal dua hari lagi pendaftaran ujian masuk UGM dibuka, aku mau daftar PBS dan UTUL  :sob:


Ransel, Kau Kembali Padaku

Wednesday, December 31st, 2008

Kawan, sebagaimana kisahku seminggu lalu, dimana ransel tak tahu rimbanya, maka ada berbagai pendapat beberapa kawan. Ada yg meminta untuk di iklashkan saja dan ada pula yang menasehati, mungkin sedekah saya kurang.

Di tas itu kawan, memang ada sejumkah uang yg cukup untuk tambahan kontrak rumah yang akan habis januari ini.

Nasehat itu saya renungkan. Maka dalam minggu ini, saya bayar rekanan saya 2 kali lipat harga biasanya, kusisihkan uang 10 persen nilai gaji untuk rekan saya yg sakit dan aku beri peminta sumbangan 10 kali dari biasanya.

Ajaib, saya mimpi tas saya ditemukan, dan sorenya telp dari satpam Al Uswah itu sangat menggembirakan. Seseorang menitipkan tas itu kepadanya karena sebelumnya ia mengira yang tertinggak itu tas temannya. Ranselku itu kini tlah kembali. Alhamdulillah.

Kanuna, Ketika Kota dan Desa Berselingkuh

Wednesday, December 31st, 2008
Saat kami sedang duduk diatas gorong-gorong atau ‘deker’, dua murid sekolah dasar mendekat dengan wajah kucel penuh coretan ballpoint. Masing-masing menggambari wajahnya dengan garis kumis dan cambang. Tertawa lepas, riang. “Om, foto dulu” Katanya sambil memasang gaya lagaknya sedang difoto. Anak-anak yang lain ikut tertawa meledek temannya, riuh dan sesekali berteriak dalam bahasa Kaili. “Da’a [...]

GOOD BYE 2008, HELLO 2009!

Wednesday, December 31st, 2008

Selalu ada kesedihan sekaligus kegembiraan menyeruak di dada ketika pergantian tahun tiba. 

Dan di penghujung tahun ini, saya kembali merasakan sensasi serupa. Kesedihan karena akhirnya meninggalkan tahun yang penuh kesan dan kenangan dimana ada berbagai jejak kiprah, karya, kisah bahkan kekonyolan sekalipun terpatri disana. Ada rencana-rencana yang terlaksana, ada yang tidak. Ada yang datang dan ada juga yang pergi. Ada yang hilang dan ada juga yang berbilang. Ada yang terang dan ada pula yang kelam. 

Seperti Pelangi, tahun 2008 membiaskan beragam warna. 

Pada saat yang sama menyongsong Fajar tahun 2009, saya selalu menetapkan optimisme kuat dalam hati untuk menjalani tahun yang konon kian berat pasca krisis ekonomi global yang tengah melanda dunia saat ini. Pemilu 2009 tak pelak juga menjadi momen penting dalam kehidupan bernegara di Indonesia dan tentunya kita semua berharap agar perhelatan akbar demokrasi di Indonesia berlangsung dengan aman dan tertib.

(more…)

Is it allowed in Islam to use viagra or drugs to enhance sexual pleasures?

Wednesday, December 31st, 2008

sexQuestion:

Is it allowed or accepted Islamically that people use this Viagra or other kinds of drugs to enhance their sexual pleasures?

Answer:

A Muslim must never live solely for gratification of sexual pleasures. However, since sexual fulfillment has been considered as a legitimate human need, according to Islam, it is considered permissible for a person to make use of drugs that are considered safe—if he is suffering from a sexual dysfunction.

But, if there is no issue of sexual dysfunction, then it is not recommended for anyone to use such drugs to enhance sexual pleasures. Islam teaches us to stick to the path of moderation in all things. One should not spend his whole lifetime in the bedroom.

We must, therefore, establish proper balance in our life and give due measure of importance to all of our legitimate needs and desires. The Prophet said, “Your body has rights, your soul has rights, your spouse has rights, and your guests have rights; so give each one his/her rightful due.”


Source: Islam.ca

Quick!

Wednesday, December 31st, 2008

Ini yang mesti dilakukan sebelum pergantian tahun baru, cepat!

Ambil sedotan. Yang kuat.

Potong jadi dua bagian sama panjang.

Gunting salah satu bagian ujungnya jadi mirip huruf V.

Tiup dari ujung V itu. This action, however, needs a delicate skillz.

Anda telah membuat terompet murah!

*diajarin sama Mas Tanto pelatih Perisai Diri gw pas gw masih SMA…jaman…jaman silam…tapi sekarang lupa caranya jadi harus googling.

Penjelasan Sederhana tentang Kyai Pujiono…( PEdhopili??)

Wednesday, December 31st, 2008

Mungkin banyak dari kita mengekerutkan kening ketika Kyai Pujiono menikahi seorang wanita dibawah umur. Sebagian dari kita menerimanya dengan alasan mengikuti sunnah Rasulullah, sedangkan sebagian dari kita mengutuk-ngutuknya. Tak kurang berbagai alim ulama Islam yang mengerti benar tentang agama mengiyakannya bahkan mengecamnya.

Beberapa tahun yang lalu, ketika di kaskus dalam forum FC (Debate Club), dari pihak-pihak yang tidak menyenangi Islam pernah membahasnya. Dan ketika itu (maaf saya tidak menemukan linknya lagi) saya pernah membaca tanggapan salah satu anggota  yang memeberikan keterangan yang menurut saya dapat saya terima dengan akal dan iman saya, berdasarkan dalih sahih serta tarikh Islam dan studi kepustakaan yang yang sampai pada kesimpulan bahwa “sesungguhnya ketika Rasulullah SAW menikahi Aisyah RA ketika beliau berusia 18 tahun”.  Mengapa? Saya akan memapar ulangkan dalil tersebut setelah menanyakannya pada Uncle Goog (thx uncle, yang telah memberi referensi bacaan ke saya!!) .

Berdasarkan dalil dan beberapa referensi yang saya dapatkan terdapat bukti-bukti yang kuat terhadap simpulan tersebut. Bukti tersebut adalah :

1: PENGUJIAN THD SUMBER

Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.
Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:

pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam
613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
615 M: Hijrah ke Abyssinia.
616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah

2. Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.

Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).

Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).

Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

BUKTI 4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’

Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).

Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)

Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).

Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.

Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.

5: Perang BADAR dan UHUD

Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”

Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.

Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”

Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud

KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.

6. Ijin dalam pernikahan

Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.

Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.

Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.

Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.

SUMMARY:

Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di
Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

Saya cuma berharap,  ini bisa menambah wawasan kita semua. Mengenai simpulan kembali kepada anda masing-masing. Untuk yang muslim, saya cuma mengingatkan kembali.. bahwa bukankah Allah menurunkan Islam untuk orang-orang yang berfikir? … so fikirkan lah..

sumber :

disini

Pengalaman Pertama USG

Tuesday, December 30th, 2008

Apakah USG itu hanya utk ibu2 hamil? Hmmm… tdnya saya pikir : ya. Tp ternyata… tidak jg!

 

 

Beberapa hari yg lalu saya dipaksa mama check up ke RS gara2nya si mama heran lihat berat badan saya yg mencapai angka 38 kilo! :-o (saya jg heran, kok) Padahal saya ngerasa sehat2 aja. Cuma agak lemes karena kurang makan kali, ya? Habis gmn? Saya emang smakin susah makan. Bukan ga selera makan, tp cepet kenyang! Ga jarang saya makan hanya 4-5 sendok lalu kenyang. Setengah piring aja ga habis. :(

 

 

Khawatir dgn kondisi itu, akhirnya check up lah saya ke RS. Ga tanggung2, saya ditangani oleh 3 org dokter! Karena si mama emang pensaran bgt dgn kondisi kesehatan saya. Saya pun sampai periksa darah 2x. Hasilnya? Hampir semuanya normal. Bahkan HB saya naik! Hanya tensi saya yg rendah. Sempet dironsen jg dan dokter bilang ga ada masalah. Tp salah 1 dokter heran karena perut saya terasa keras kalau dipegang. Khawatir ada apa2, akhirnya saya dibawa ke dokter kandungan! Weks…

(more…)

USB Bluetooth Made In China Itu

Tuesday, December 30th, 2008

BluetoothKehilangan kabel data Samsung SGH-Z170 cukup menyusahkan. Saya tidak bisa transfer foto, file, YM dengan GPRS dan sebangsanya. Membeli ? biasanya tak kurang dari 150 ribu, dan itupun tak gampang dicari. Saya tanya untuk versi dibawahnya aja katanya harus inden, walah…

Tapi sodara, jangan lupa, bahwa HP ini mempunyai koneksi bluetooth, sedangkan laptop saya merek Axioo yang paling murah ini tak tersedia blutooth serupa. Saya ke supermarket dekat rumah yang ada counter pernak-pernik komputer dan disana ada USB Bloetooth. Lumayan.

Ada dua, satu bentuknya kecil, bungkusnya transparan dihargai 40.000 rupiah. Satunya hitam, agak besar, terus ada antenenya. Dihargai 45.000 rupiah. Spesifikasi sama, tetapi yang 45 ribu itu dari tampilannya lebih kelihatan professional. Apalagi ada antenenya. Bayangan saya pasti daya pancarnya lebih kuat. Saya ambil yang seharga 45.000.

BlueTooth USBSampai rumah saya buka bungkusnya, setelah saya cari mereknya ternyata nggak ada hanya ada tulisan Boetooth dan dibawahnya ada tulisan “made in china”. Saya tegakkan antenenya. Kreek .. pangkal antene mendesak cassing dan cassing sedikit terbuka, dan segelnya sobek. Kepalang basah saya buka sekalian, sekalian penasaran dengan isinya. Betapa terkejut saya, ternyata yang besar cuma casingnya saja. Dan antena itu ? ternyata hanya hiasan saja. Terbikin dari plastik, yang tidak ada sangkut pautnya dengan fungsi bluetoothnya.

Lalu saya pasang di laptop, dan saya coba, sambil harap-harap cemas, ternyata dikenali dengan baik. Tahap berikutnya adalah install drivernya, saya coba CD kecil yang disertakan, duh ternyata nggak bisa dibaca CD Room. Terpaksa download software BlueSoleil yang besarnya sak hohah itu.

Maka tak salah Alim Markus yang berkata,”Pakailah ploduk-ploduk Indonesia” itu. Cuma masalahnya, adakah USB Blutooth made in Indonesia ?

Song Looping Song. Another Song Looping Another Song.

Tuesday, December 30th, 2008

Hey there, Patrick
I’m looping the song

You might not know, Patrick
How wrong everything has been
How long I have mourned
How many times I’ve been looping

The song of you
About her
The song of me
About you

But you might know, Patrick
Another song
That another girl next door
Has been looping

The song of you
About me
(The song of him
About her)

MENIKMATI SEKEPING SURGA DIRUMAH

Tuesday, December 30th, 2008

SAYA selalu menikmati “ritual” harian itu. 

Setiap malam di hari kerja, usai pulang kantor, saat membuka pintu pagar rumah, kedua anak saya, Rizky dan Alya datang menyambut kedatangan saya dengan kegembiraan membuncah. Mereka menghambur ke pelukan saya dan sembari berteriak senang. Alya minta digendong dan Rizky membawakan tas ransel saya. Jalannya terseok-seok karena mesti memanggul tas ransel yang cukup berat itu. 

Semua kelelahan yang saya alami menempuh perjalanan Cilandak-Cikarang sejauh 40 km mendadak sirna sesaat setelah melihat wajah ceria kedua “malaikat” kecil saya itu. Saat duduk terhenyak di sofa kursi tamu, tangan-tangan mungil itu bergerak membantu melepaskan kaos kaki dan sepatu saya. 

“Capek ya Pa?”, tanya Alya prihatin seraya memijit lengan saya. 

“Ya, iyalah..Papa capek,  kantornya jauh banget,” sahut Rizky spontan. Ia lalu merapikan sepatu saya yang telah dilepas ke pinggir. Si sulung itu lantas duduk disamping saya sembari turut membantu memijat lengan sebelah kanan.

(more…)

Moblog: Friendship

Tuesday, December 30th, 2008

Friends in need are friends indeed, That’s friends are for, friends are equal not from head to be above, nor from other feet to be walked upon, but near arm to be protected and close heart to be loved, CONGRATS FOR THE WORLD FRIENDSHIP DAY, spread this message to those you love too..