Please check : http://code.google.com/p/regeat
Feel free to report bugs or request for enhancements.
Regards,
Sukma
Please check : http://code.google.com/p/regeat
Feel free to report bugs or request for enhancements.
Regards,
Sukma
Kalau anda ragu-ragu apakah anda sedang hamil ?–
Pada awal kehamilan terdapat tanda dan gejala-gejala dini yang terjadi, — cobalah anda temukan apakah tanda/gejala ini ada pada anda.
Beberapa gejala-gejala dini yang terjadi pada kehamilan:
• Tidak mendapat haid/menstruasi. Hal ini karena dinding rahim dipersiapkan untuk kehamilan. Penting untuk mengetahui hari pertama haid terakhir, yang dapat menentukan usia kehamilan dan perkiraan persalinan. Perlu di ingat bahwa tidak mendapat haid selain sebagai tanda awal kehamilan juga dapat disebabkan hal lain.
• Mual dan muntah. Terjadi karena adanya perubahan hormonal. Di kenal sebagai “morning sickness” karena mual dan muntah sering terjadi pada pagi hari pada bulan-bulan pertama kehamilan.
• Sering kencing/buang air kecil. Terjadi karena kandung kencing tertekan oleh rahim yang membesar. Keluhan biasanya akan berkurang pada kehamilan setelah 12 minggu dan timbul kembali setelah kehamilan 28 minggu.
• Mengidam. Menginginkan makanan2 tertentu , terjadi pada bulan-bulan pertama.
• Tanda lainnya, seperti pembesaran payudara kencang, puting membesar, berwarna lebih gelap kadang-kadang terasa gatal dan sakit.
Setiap wanita mempunyai gejala yang bervariasi ada yang ringan, berat tapi ada pula yang tidak mempunyai keluhan. Bila gejala-gejala diatas belum terdapat pada anda, maka anda dapat memastikan dengan test lainnya, karena setiap ibu hamil mempunyai keluhan dan gejala yang berlainan.
Untuk memastikan kehamilan anda, maka anda dapat melakukan tes urin. Alat untuk test urin dapat anda temukan di apotik dan anda dapat melakukan tes ini sendiri dirumah.
Pada pemeriksaan dengan test urin adalah mengukur kadar HCG (human chorionic gonadotropin) yaitu hormone yang dihasilkan plasenta dan akan meningkat dalam urin dan darah selama minggu pertama setelah konsepsi.
Dalam menggunakan tes ini perhatikan instruksi yang ada, dan paling akurat dilakukan pada pagi hari, karena hormone ini meningkat jumlahnya pada pagi hari.
Bila masih ragu-ragu periksakanlah ke dokter anda. Dokter akan dapat memastikan kehamilan anda dengan USG (ultrasonografi), ditemukan adanya gambaran janin.
Powered by ScribeFire.
Untuk melakukan imunisasi, maupun untuk mengobati bayi dan balita yang sedang sakit, kadang-kadang diperlukan ‘perjuangan’ yang lumayan berat. Bagi bunda yang buah hatinya masih bayi, membawa anak ke dokter tidak sulit. Namun, balita yang beranjak besar biasanya mengerti bahwa ia akan dibawa ke dokter. Reaksi masing-masing tentu berbeda, namun takut dan enggan umumnya adalah perilaku yang sering ditemui.
Lantas, bagaimana caranya supaya si kecil merasa nyaman dibawa pergi ke dokter? Menurut Dr. Katie Lawhead, spesialis anak dari Children’s Medical Center Child Life di Medical College of Georgia, Amerika Serikat, kunjungan ke dokter sebaiknya digambarkan sebagai suatu petualangan yang mengasyikkan. Karena itu, menakut-nakuti anak dengan mengatakan, “Awas, nanti kamu dibawa ke dokter!” ketika balita sedang melakukan kenakalan adalah suatu hal yang harus dihindari. Sebab, kalimat ini justru bernada negatif alias menunjukkan bahwa pergi ke dokter adalah sesuatu yang akan terjadi bila ia nakal.
Oleh karena itu, kunjungan ke dokter sebaiknya dideskripsikan sebagai suatu perjalanan yang bernilai positif. Selain itu, balita juga perlu diberi gambaran bahwa dokter adalah sosok yang baik hati dan mau membantu anak-anak untuk sembuh dari penyakitnya.
Tip lain agar anak tidak takut melakukan kunjungan ke dpkter adalah:
Bila si kecil ‘lulus’ dan telah diperiksa dokter, berikan ia reward, baik itu pujian maupun hadiah lain yang disukainya. (hannie)
Powered by ScribeFire.
Kehadiran seorang bayi tentu membawa kehangatan dan kebahagiaan di rumah Anda. Seiring dengan itu, tanggung jawab dan kerepotan setiap pasangan, terutama bunda, semakin bertambah. Dari mulai menyusui, memandikan, menidurkan, memberi prasarana dan sarana bagi kenyamanan dan keamanan bayi, sampai juga mempersiapkan masa depannya.
Di samping perawatan bayi, yang juga sangat penting adalah merawat kesehatan bunda. Sebab, kesehatan bayi sedikit banyak juga tergantung pada kondisi ibunya. Demikian pula dengan asupan makanannya, terutama bagi ibu yang menyusui. ASI yang diberikan ibu memang berkualitas dan sangat berguna bagi kesehatan dan tumbuh kembang bayi, namun mutunya tetap harus dijaga.
Santapan yang sebaiknya dikonsumsi para bunda yang sedang menyusui harus mengandung makanan bergizi, namun dalam jumlah yang lebih banyak. Menurut Dr. William Sears dalam bukunya The Baby Book, bila Anda menyantap makanan yang baik untuk Anda, Anda akan memiliki lebih banyak energi dan merasa lebih baik, seperti pada masa nifas dan saat stres karena menjadi ibu baru. Untuk gizi seimbang, Dr. Sears menyarankan kelima kelompok makanan dasar ini:
1. kelompok nasi, serealia, roti gandum, atau pasta
2.kelompok sayuran
3. kelompok buah-buahan
4. kelompok ikan, daging, unggas, kacang kering, telur, dan kacang
5. kelompok susu, yoghurt, dan keju.
Selain itu, konsumsilah makanan dari masing-masing kelompok tersebut sambil memerhatikan tiga kelompok dasar kalori:
1. Karbohidrat, harus terdapat dalam 50-55 persen dari total kalori harian, dan porsi utama dari sumber energi ini harus dalam bentuk gula sehat, terutama biji-bijian, nasi atau pasta, dan buah.
2.Lemak yang menyehatkan, yang harus terdapat dalam 30 persen dari total kalori harian.
3. Protein, harus terdapat dalam 15-20 persen dari total kalori harian.
Yang juga perlu ditambahkan ke dalam menu makanan ibu menyusui adalah:
1. Kalsium. Anda memerlukan banyak kalsium selama kehamilan dan masa menyusui. Penelitian menunjukkan bahwa kalsium yang diambil dari tulang ibu selama masa menyusui akan kembali selama dan setelah masa penyapihan, dengan kepadatan tulang yang lebih baik dibandingkan sebelum masa kehamilan.
Bila Anda tidak suka minum susu, atau alergi ketika meminumnya, gantikan dengan makanan nonsusu kaya kalsium seperti ikan sarden, kacang kedelai, brokoli, buncis, ikan salmon, tahu, daun-daunan hijau, kangkung, manisan anggur, dan jus wortel. Tambahkan juga keju dan yoghurt bila Anda tidak alergi.
2. Zat besi. Asupan makanan yang mengandung zat besi dalam jumlah cukup sangat penting bagi ibu yang baru saja melahirkan. Beberapa makanan kaya zat besi adalah ikan, unggas, dan jus buah prune. Untuk memperbaiki penyerapan zat besi dari makanan, minum atau santaplah makanan yang kaya akan vitamin C bersamaan dengan beberapa kombinasi makanan seperti daging bakso dan saus tomat, sereal kaya zat besi, dan jus jeruk.
3. Suplemen bila perlu. Anda tetap dapat mengonsumsi suplemen makanan dan vitamin selama hamil, kecuali bila dokter Anda menyarankan suplemen yang lain.
4. Air putih. Air putih adalah minuman terbaik bagi ibu menyusui. Minumlah segelas air putih (boleh juga diganti dengan jus buah sesekali), sesaat sebelum Anda menyusui. Minumlah kapan saja Anda merasa haus, minimal delapan gelas sehari. Jangan tunda minum sampai Anda selesai menyusui bayi, sebab bisa membuat Anda kekurangan cairan.
Powered by ScribeFire.
Kehadiran seorang bayi tentu membawa kehangatan dan kebahagiaan di rumah Anda. Seiring dengan itu, tanggung jawab dan kerepotan setiap pasangan, terutama bunda, semakin bertambah. Dari mulai menyusui, memandikan, menidurkan, memberi prasarana dan sarana bagi kenyamanan dan keamanan bayi, sampai juga mempersiapkan masa depannya.
Beberapa waktu lalu, bayi mulai diberi makanan padat ketika berusia 4 bulan. Namun, merujuk kepada standar WHO (World Health Organization), disarankan agar bayi baru mulai diberi makanan padat setelah usianya menginjak 6 bulan. Mengapa?
Ada beberapa alasan mengapa pemberian makanan padat ditunda. Menurut Dr. William Sears dalam bukunya The Baby Book, di bulan-bulan awal, bayi memiliki refleks ‘penolakan lidah’ yang menyebabkan lidah secara otomatis menjulur ke luar saat ada sesuatu ditaruh di atasnya. Hal ini merupakan refleks proteksi terhadap kemungkinan tersedak makanan padat yang diberikan terlalu awal. Antara usia 4-6 bulan, refleks ini menurun. Juga, sebelum bayi berusia 6 bulan, sebagian bayi belum memiliki koordinasi gerakan lidah dan menelan yang baik untuk makanan padat.
Bukan saja bagian atas pencernaan bayi tidak dirancang untuk makanan padat yang diberikan terlalu awal, tapi begitu pula halnya dengan usus bayi. Ususnya belum matang, tidak dilengkapi kemampuan untuk menangani berbagai macam makanan sampai ia mencapai usia 6 bulan, saat enzim pencernaan mulai bekerja. Teristimewa bila bayi menderita alergi. Riset membuktikan bahwa pemberian makanan padat yang dimulai sebelum bayi berusia 6 bulan akan meningkatkan risiko alergi. Usus yang telah matang akan mengeluarkan immunoglobulin protein IgA, yang melapisi usus dan mencegah lewatnya protein allergen yang berbahaya (susu sapi, gandum, dan kacang kedelai adalah contoh umum dari makanan yang menyebabkan alergi bila diberikan terlalu dini).
Bayi dikatakan siap makan bila ia mulai meraih makanan di dekat piring Anda atau siapa pun yang berada di dekatnya. Mungkin saja ia akan berusaha merebut sendok makan, memandang bundanya dengan mimik lapar, dan membuka mulutnya lebar-lebar saat orang lain sedang menyuap.
Untuk makanan padat yang pertama, sangat disarankan agar Anda menyeleksi dengan ketat makanan yang akan diberikan. Mulailah dengan makanan padat yang paling tidak menimbulkan alergi, dan yang cita rasanya mirip dengan ASI. Contoh-contoh makanan padat pertama yang paling disukai adalah pisang matang yang dilumatkan, atau seral yang dicampur dengan ASI atau susu formula.
Makanan yang paling mungkin menimbulkan alergi adalah:
| 1. kelapa | 9. tomat |
| 2. selai kacang | 10. kacang-kacangan |
| 3. buncis | 11. kulit ikan |
| 4. gandum | 12. daging babi |
| 5. produk-olahan-berbahan-susu | 13. kedelai |
| 6. gula | 14. jagung |
| 7. cokelat | 15. putih telur |
| 8. buah-buahan asam |
Sedangkan makanan yang paling tidak mungkin menimbulkan alergi adalah:
| 1. apel | 11. pepaya |
| 2. mangga | 12. kismis |
| 3. avokad | 13. daging ayam |
| 4. brokoli | 14. ikan salmon |
| 5. kurma | 15. madu |
| 6. labu | 16. kentang manis |
| 7. daging kambing | 17. gandum |
| 8. daging lembu muda | 18. beras |
| 9. selada | 19 wortel |
| 10. asparagus | 20. anggur |
Powered by ScribeFire.
Teknik memberi makan bayi adalah keahlian yang selayaknya dipelajari oleh ibu-ibu muda, terutama mereka yang baru saja punya bayi. Pasalnya, pemberian makan awal itu juga bisa berpengaruh terhadap kebiasaan anak berikutnya. Contoh, bila bayi dibesarkan dengan kebiasaan makan di depan televisi, lebih besar kemungkinannya ia juga akan melakukan hal itu ketika sudah lebih besar. Namun jika ia biasa duduk dengan tertib di kursi makannya, peluang ia duduk dengan tertib di meja makan juga lebih besar. Selain itu, bagaimana kebiasaan orangtua dalam pola makan juga akan berpengaruh terhadap kebiasaan si kecil kelak.
Jadi, bagaimana sebaiknya menyuapi bayi dengan benar supaya ia nanti memiliki kebiasaan-kebiasaan yang baik sehubungan dengan kebiasaan makan? Anda bisa menerapkan teknik di bawah ini:
Duduk di depan si kecil ketika menyuapi
Dianjurkan agar Anda memandang mata bayi Anda, ajak bicara, dan pastikan bahwa si kecil sudah siap diberi makan
Konsentrasi pada makanan
Supaya kebiasaan baik yang diadopsi oleh si kecil, sebagai orangtua kita juga harus berusaha membiasakan diri melakukan hal-hal yang baik ketika makan. Misalnya, dengan mengajak bayi berkonsentrasi pada piring atau mangkuk makannya. Jangan biarkan ia makan sambil menonton TV, atau membiarkan ia bermain dengan mainan di hadapannya ketika makan. Dengan berfokus pada makanannya, si kecil akan berkonsentrasi untuk belajar mengunyah dan menelan dengan baik, sebaik Anda menyuapinya.
Sedikit-sedikit, lama-lama habis
Karena baru mulai belajar makan, biarkan bayi mencoba sedikit demi sedikit dari ujung sendok, supaya ia bisa merasakan rasa makanan di lidahnya dan membiasakan diri dengan rasa itu. Selain itu, dengan mulai sedikit, ia semakin lama akan semakin terampil dalam menelan.
Letakkan makanan langsung di mulut
Apabila bayi sudah mulai merasakan makanan, taruh sedikit makanan di ujung sendok, lalu masukkan makanan itu sampai menyentuh bagian tengah langit-langit mulutnya. Setelah itu, bayi akan menutup mulutnya dan menelan.
Beri minum air putih
Kadang-kadang kita lupa bahwa bayi pun perlu minum selain ASI. Jadi, ketika makan, sediakan secangkir kecil air putih. Beri minum bayi dengan disendoki.
Tidak habis bukan masalah
Pada awal-awal bayi belajar menerima makanan padat, bukan masalah besar bila makanan yang Anda sediakan tidak dihabiskan. Selama ia masih giat menyusu, sebenarnya bayi tidak perlu makan dalam jumlah banyak. Sebab, perutnya pun masih kecil dan belum dapat menampung makanan yang banyak. Para ahli mengira-ngira bahwa anak satu tahun hanya memerlukan satu sendok makan penuh untuk satu kali makan. Namun, semakin ia besar, maka porsinya pun akan semakin bertambah.
Powered by ScribeFire.
Walaupun tampak belum selesai, website Indonesia IEEE Comsoc Chapter sudah mulai menampakkan bentuknya. Beralamat di ewh.ieee.org/r10/indonesia/com, site ini memanfaatkan mesin Joomla yang merupakan CMS open-source yang dikenal handal.

IEEE merupakan institusi internasional yang menghimpun para insinyur elektroteknika dari berbagai bidang studi, termasuk kecatudayaan, telekomunikasi, informatika, komputer, persinyalan, hingga elektronika konsumsi. Terdapat 40 society yang bernaung di dalam IEEE, ditambah lembaga standar dan beberapa lembaga lainnya. Communications Society (Comsoc) adalah salah satu society IEEE, yang berfokus pada telekomunikasi dan network. Indonesia IEEE Comsoc Chapter bernaung baik di bawah IEEE Communications Society maupun di bawah IEEE Indonesia Section yang berada di bawah Region 10 dari IEEE.
IEEE, dan seluruh lembaga di bawahnya terbuka terhadap keanggotaan baru, dengan persyaratan akademis dan teknis yang memadai. Untuk menjadi anggota IEEE, dapat dilakukan permintaan secara online melalui website IEEE di www.ieee.org.

Lucu yach ^^
Pritha Khalida
“Haatsyi!” untuk kesekian kalinya aku bersin pagi ini. Ergh! Ini pasti gara-gara peliharaan gadis sok ‘pintar-cantik-lugu’ itu.
Namanya Rayya. Dia adik tiri yang baru saja kudapatkan setelah Papa menikah lagi sama tante Renata. Umurnya enam belas, tepat satu tahun di bawahku. Tapi karena dia pernah masuk kelas akselerasi, jadilah di sekolah kami satu kelas (uh, seandainya Papa berpikir lebih panjang untuk tidak memindahkan sekolahnya. Menikahi ibunya nggak berarti mempersatukan anak-anaknya jugakan?)
Semua orang pasti mengira kalau aku iri padanya. Biar kujawab, IYA. Bagaimana tidak? Begitu sampai di rumah ini, Papa langsung menyuruhku pindah ke kamar belakang, sementara ‘Nona Rayya’ menempati kamar lamaku. Sebagai tambahan, aku mesti selalu mengajaknya kemanapun aku pergi. Mesti lah kami belajar sama-sama, makan sama-sama, dan merasakan segala perasaan sama-sama. Anehkan papaku? Dan yang paling aku benci, Papa mengizinkan gadis itu memelihara kucing di rumah ini. Padahal Papa tau persis kalau aku fobia pada binatang berbulu! Mending kalau cuma seekor, ini sih tujuh ekor! Sekalian saja ubah rumahku jadi tempat penampungan kucing. Menyebalkan!
Rayya tau kalau aku tidak setuju terhadap idenya untuk memelihara binatang di rumah ini. Tapi waktu itu dia menggunakan strategi ‘memelas-memohon perlindungan’ padaku untuk membolehkan kucing-kucingnya tinggal bersama kami. Bahkan dia juga berjanji bahwa aku boleh mengusir kucingnya seandainya seekor saja menggangguku. Pintarnya si sok lugu itu memohon di depan Papa. Membuatku tak punya pilihan lain kan?
Hari demi hari berlalu. Rayya memang menepati janjinya. Kucing-kucingnya tidak dibiarkan berkeliaran di dekat kamarku. Tapi yaa ampun, bulu-bulu kucing yang terbawa oleh angin itu selalu membuatku bersin.
“Ya, kenapa sih kamu kayak yang cinta mati sama kucing-kucing itu?” tanyaku padanya suatu hari, saat kami sedang menonton tivi.
“Mmhh…kenapa ya? Aku sendiri nggak tahu, Kak Lyt. Mungkin karena mereka itu binatang-binatang yang lucu. Aku pelihara mereka rata-rata dari bayi. Coba Kak Lyt bayangkan, melihat anak kucing sejak mereka baru lahir, mengamati pertumbuhannya dari hari ke hari…Semuanya membuatku sayaaang sekali sama mereka. Seolah-olah aku tak akan bisa hidup tanpa mereka, deh!”
Yaiks, benci deh aku melihat gayanya yang sok manis dan penyayang itu. Berlebihan! Bahkan di mataku terkesan palsu!
Seekor kucing mendekati kami.
“Gyaaa!!!” teriakku sambil spontan melompat ke atas sofa. Jelas aku kaget setengah mati. Dari jarak beberapa meter, ia sudah terlihat bagaikan monster yang akan menerkamku, dengan terlebih dahulu menebarkan kutu-kutu yang bisa bikin kulitku gatal-gatal, selanjutnya masuk ke aliran darahku, dan wuuzz…menghilangkan nyawaku.
Bilang aku berlebihan. Tapi, bukan salahku dong kalau aku fobia terhadap binatang berbulu. Aku sendiri nggak tau sebabnya. Tapi yang jelas, jika selama ini aku selalu berhasil menghindari mereka, kenapa sekarang tidak? Memberi kesempatan untuk dikalahkan oleh kucing-kucing sial itu? Nanti dulu…
“Aduhh Kak Lyta, jadi balik lagi deh si Sasha. Kayaknya dia ketakutan mendengar jeritan kakak.” Gumam Rayya sambil menyusul kucing berbulu putih-cokelat itu keluar rumah.
“Dia yang bikin aku kaget, tahu!” makiku jengkel.
Hhh, lebih baik aku kembali ke zona nyaman, yaitu kamarku. Kumatikan tivi di ruang tengah. Sebelum memasuki kamar, aku mengelap terlebih dahulu pegangan pintu kamarku dengan tisyu basah yang selalu kubawa di dalam saku bajuku. Rayya sering sekali masuk ke dalam kamarku untuk pinjam barang atau numpang tidur kalau AC di kamarnya rusak. Jadi, pastilah sedikit banyak tangannya pernah menempelkan bulu-bulu kucingnya di pegangan pintu kamarku. Jadi, wajarkan kalau aku menyiapkan tindakan preventif dengan membersihkannya? Aku tidak mau ambil resiko tertular virus dari binatang berbulu, apapun jenisnya.
*
Sore hari, aku baru pulang dari sekolah. Rasanya kerongkonganku seperti terbakar. Haus. Kuputuskan untuk langsung ke dapur tanpa mencopot sepatuku terlebih dahulu. Air di dispenser pun segera berpindah ke dalam mug bertuliskan namaku yang besar. Aku menggeser kursi di ruang makan. Papa selalu bilang tak baik minum sambil berdiri, seperti orang yang tak menghargai pemberian Tuhan katanya.
“Aaaaarrrrggghhh!”
“Praaaaaaaaaang!”
“Meeoooooong!”
Nyaris bersamaan tiga suara gaduh itu terdengar di ruang makanku. Wajahku terasa dingin sekali. Jantungku berdetak kencang. Seluruh badanku gemetar.Setengah berlari Tante Ren menghampiriku dengan alat catok rambut di tangan kanannya,
“Ada apa, Malyta?”
“A…ad…da SET…TAAN.” Jawabku agak gugup, namun menekankan kata setan.
“Aduuh itu si Valya sampai sembunyi di pojokan. Pasti tadi dia ketakutan mendengar suara barang pecah. Sini sayaaang…” tante itu serta merta beralih pandang, dariku menjadi ke arah kucing putih kecil basah kuyup yang meringkuk di pojokan bawah wastafel. Ia lalu menggendongnya dan menciuminya seolah makhluk itu adalah seorang bayi kecil mungil yang baru saja dilahirkannya.
“Omiiing…tolong dong itu beling di ruang makan dibersihkan! Nanti ada yang luka, lagi.” Teriaknya memanggil pembantu kami. Ia lalu meninggalkanku tanpa peduli sedikitpun.
Aku masih mematung di samping meja makan. Berharap bahwa yang barusan itu mimpi. Sementara kulihat Oming mulai memunguti beling berukuran besar, menyapu yang kecil, dan mengelap serbuk beling pelan-pelan.
“Permisi, neng Lyta…” ujarnya menyadarkanku bahwa ini bukan mimpi.
Aku bergeser tanpa bicara apapun, memandangi mug porselen kesayanganku, hadiah ulang tahun dari almarhumah Mama tiga tahun yang lalu.
*
Malamnya Rayya tidak mau makan. Tante Ren bilang, dia sedih karena si Valya-kucingnya terlihat murung sejak siang.
“Rayya memang begitu, Mas. Dulu saja waktu Hansel mati, dia tidak mau makan berhari-hari. Sejak kecil dia pecinta kucing. Sepertinya kucing-kucing itu sudah menjadi sebagian dari nyawanya.”
“Hoekk!” aku tersedak. Sungguh, kalimat itu benar-benar tidak penting untuk terdengar di telingaku.
“Tapi nanti dia bisa sakit. Ayolah bujuk supaya makan sedikit saja.” Ucap Papa sabar.
“Nanti aku coba lagi.” Ujarnya sambil menyendokkan sup ke piring Papa
“Atau, bagaimana kalau Lyta saja yang ajak Rayya makan. Mungkin kalau sama kamu, dia terhibur.” Bujuk Papa.
“Oh iya, betul! Hitung-hitung permintaan maaf karena tadi Lyta sudah membuat kaget Valya. Maukan Lyta? Tante mohon yaa?” kali ini Tante Ren memandangku dengan tatapan yang dibuat menyerupai malaikat.
“APA? BIKIN KAGET? Tante pikir aku sebegitu nggak punya kerjaan lantas NGAGETIN KUCING SIAL itu?” semburku kesal.
“Lyta, apa-apaan sih? Kalau memang salah, ya cepat minta maaf. Masa sampai diminta saja nggak mau?”
“Enggak
“Ayo sana, minta maaf sama Rayya, ajak dia makan sama-sama kita, baru kamu boleh melanjutkan makanmu.” Kali ini suara Papa tegas. Artinya: tak bisa dibantah, apalagi diabaikan.
Kuketuk pintu kamar Rayya, setelah tak lupa sebelumnya mengelap pegangan pintunya dengan tisyu basah andalanku. Hhh, ini pasti sarang virus!
“Masuk saja kak Lyt, nggak dikunci kok pintunya.”
“Ada kucing nggak di dalam?”
“Nggak, mereka semua sudah Aya simpan di gudang.”
Akupun masuk, melihat kanan-kiri. Yaa, barangkali saja masih ada seekor yang lupa dikeluarkan olehnya.
“Nggak ada, Kak. Mama nggak mengizinkan aku simpan kucing di lantai dua. Takut masuk kamar kakak nantinya.” Rayya menghilangkan keraguanku.
“Ya, makan gih. Kenapa sih cuma gara-gara kucingmu nggak mau makan, lantas kamu ikut-ikutan mogok makan begitu? Nggak masuk akal deh, Ya…”
“Oming bilang, mug kesayangan kakak pecah ya gara-gara Valya? Maafkan Valya ya, kak…” ujarnya ketakutan.
Aku mengangguk. Bagus deh, kurasa Rayya lebih tahu diri daripada ibunya.
“Kakak nggak bakalan mengusir kucing-kucingku, kan?”
“Asal kucing-kucing itu nggak berkeliaran di dapur. Kamu bisa jamin, nggak?” tegasku.
“Aku janji. Apapun maunya kak Lyta, aku penuhi. Asal jangan sampai kakak usir kucing-kucing aku. Aku sayaaang banget sama mereka. Ya kak? Aku mohon…”
“Ya sudah, sekarang makan dulu. Akukan lapar. Gara-gara kamu, makanku jadi terhenti.” Nada kesal masih menguasai suaraku. Aku tak peduli. Kalau aku ramah, bisa-bisa nanti dia merasa dikasih hati, lalu minta jantung lagi…
*
Kalau kalian menduga permusuhanku dengan kucing-kucing sial itu berakhir sejak tragedi pecahnya mug kesayanganku, berarti kalian SALAH BESAR. Aku sendiri tidak tahu mengapa. Tapi sejak saat itu Rayya malah terkesan seperti menantangku.
Beberapa hari yang lalu kaus kesayanganku bolong. Aku memarahi Rayya, karena kupikir salah seekor kucingnya lah yang membuat ulah seperti itu. Yaa, bisa sajakan kausku digigiti, atau dicakar? Itu kebiasaan kucing, bukan? Tapi Rayya dengan gagah berani membela kucingnya. Katanya, bolong di kausku itu pasti karena digigit tikus sewaktu dijemur. Hahh?? Memang ada tikus yang bisa lompat-lompat ke jemuran? Lagipula setahuku, di rumah ini belum pernah ada tikus. Tapi Papa membela Rayya. Katanya, aku tak boleh menuduh kucing-kucingnya sembarangan, tanpa bukti. Hhh…sudah kayak sidang pengadilan saja!
Minggu ini jumlah kucingnya bertambah banyak. Entah karena ada yang baru lahir, atau Rayya memungutnya dari parit, aku tak tahu pasti. Yang jelas, anak-anak kucing itu punya tempat terhormat di dalam keranjang berlapis bantal di kamar Rayya. Sempat aku mengingatkan Rayya mengenai janjinya untuk tidak menaikkan kucing ke lantai atas. Tapi apa kata Rayya? Ia malah beralasan bahwa kucing-kucing itu masih bayi, takut dimakan sama kucing jantan dewasa. Ahh, masa sih ada aturan kayak begitu di dunia kucing? Aku tak tahu, juga tak percaya. Jadi kupikir, pasti Rayya mengada-ada. Tapi ahh, kubiarkan saja. Daripada nantinya urusan jadi panjang sampai ke kuping Papa??
*
Pada malam harinya terdengar berisik suara anak kucing dari dalam kamar Rayya. Aduhh! Makanya kubilang juga, satukan saja mereka sama induknya, biar disusui. Jangan-jangan adik tiriku sudah gila dengan berpikir bahwa dia bisa menyusui anak-anak kucing itu melalui payudaranya. Terlalu! Rasanya kali ini kemarahanku sudah mencapai puncaknya.
“Ya, lu udah gila ya? Cepat keluarkan kucing-kucing sial itu. Simpan lagi di garasi, atau gue racun mereka!” teriakku lantang dari depan pintu kamar Rayya. Kata ganti yang kupakai pun sudah berganti dengan gue-lu, bukan aku-kamu lagi seperti biasanya. Sekarang aku sudah tidak peduli lagi sama campur-tangan Papa. Rasanya ini hakku untuk memperoleh kenyamanan tidur.
Rayya tak menjawab. Kudengar ia berusaha membujuk kucing-kucingnya agar berhenti mengeong. Tapi, usahanya gagal. Suara mereka malah makin kencang saja. Oh Tuhan!!
“Rayya, BUKA PINTU CEPAT!”
Terdengar langkah-langkah terburu-buru di tangga. Papa sama tante Ren. Biar saja mereka marah. Waktunya bagi mereka untuk memahami, bahwa aku sudah betul-betul TERGANGGU.
“Lyta, ini kan sudah malam. Kenapa sih mesti teriak-teriak?”
“Papa terganggu sama teriakanku? Tapi masih bisa tidur nyenyak dengan berisiknya suara kucing-kucing sial itu? Hebat yaa?” ucapku sinis.
“Ssstt…nggak enak didengar tetangga.”
“Biar saja mereka dengar. Paling-paling mereka juga mau complain sama Papa karena nggak bisa menanggulangi keributan yang ditimbulkan sama peliharaan anaknya.”
Papa dan tante Ren kali ini ikut mengetuk kamar Rayya.
“Yaa, izinkan mama masuk ya?” tante Ren membujuk Rayya.
“Cuma mama tapi?” suara Rayya terdengar pelan.
“Nggak! Tapi sama gue, sekalin bawa bulldozer buat MATIIN piaraan-piaraan lo yang GANGGU BANGET itu.”
“Lyta masuk kamar!”
“Tapi
“Biar tante Ren yang bereskan semuanya. Kamu MASUK KAMAR.”
“Awas ya, kalo besok tuh kucing-kucing masih kedengeran suaranya, gue mampusin, Ya!” ancamku.
Aku kembali dan memaksakan diri tidur di antara suara bising yang betul-betul kubenci itu. Aku bersumpah, kalau besok Rayya tak menyimpan anak-anak kucing itu ke garasi, akan kuracuni mereka, bagaimanapun caranya.
*
Hari ini, 1 November 2007. Hari ulang tahunku yang ke delapan belas. Seperti biasa, aku selalu senang membuka berbagai kado yang kuterima. Mengocok-ngocok kado untuk mengira-ngira isinya, selalu menjadi ritual menyenangkan untukku.
Tapi ternyata tahun ini, aku tak mendapat kado yang terbungkus kertas kado warna-warni. Cuma warna putih. Ya, pembungkus kadoku tahun ini semuanya berwarna putih. Coba kuhitung, ada sebelas bungkus kecil-kecil, ditambah dengan satu bungkus besar yang sama ukurannya dengan tubuhku. Senang sekali aku, khusus tahun ini banyak orang yang datang untuk merayakan ulang tahunku. Lihat, di sudut sana ada nenek, lalu tante Riska, Tante Vonie, Om Hendra…Yaa, banyak juga pihak keluarga Tante Ren yang datang. Rasanya ini pesta ulang tahunku yang paling meriah!
Tapi, sebagian dari mereka menangis. Kenapa ya? Ahh, mungkin karena terharu menyadari bahwa aku sudah dewasa.
Kado-kadoku dimasukkan ke dalam tanah oleh beberapa orang tetangga. Ah yaa, aku tahu…pasti biar aman dari pencuri. Tak apalah. Semua orang kembali menangis saat bungkus kadoku yang terbesar dimasukkan.
“Pembunuh! Kamu membunuh Rayya hanya karena membenci kucing-kucingnya. Sampai hati! Sudah gila kamu, Lyta! Penjarakan diaaa!!” tuding tante Ren kepadaku.
Apa katanya? Pembunuh? Ada-ada saja. Memang aku tak ada pekerjaan lain? Aku
Lo mungkin masih ingat sama kisah Nabi Musa yang bersama kaumnya diperintahkan oleh Allah untuk meninggalkan Mesir. Ketika telah sampai di tepi Laut Merah, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya hingga laut luas yang berada di hadapan mereka terbelah membentuk jalan dengan dua dinding air yang tinggi. Pernahkah lo membayangkan betapa dahsyatnya kejadian tersebut?

Pada bagian peta yang bergaris merah, menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab.
Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter.
Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat.
Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter. Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin, menurut beberapa perhitungan,setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!! bokkk sungguh luar biasa, Allah Maha Besar yah.
Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan (QS 2:50).Dan kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, Karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu Telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS 10:90)
Dan Sesungguhnya Telah kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, Maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu[933], kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)”. (QS 20:77)
Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. (QS 20:78)
Lalu kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (QS 26:63)
Sumber: buku “Ark of The Covenant” oleh Jonathan Gray
Minggu kemarin masa cuti saya berakhir. Sayangnya selama cuti 5 hari itu, 3 harinya saya sakit sehingga hanya bisa dirumah saja. Padahal saya berencana ke bandung, mengambil jatah voucher Holiday Inn itu. Akhirnya seperti diceritakan sebelumnya, saya jalan-jalan ke mall di Senayan setelah sehat. Hanya jalan-jalan di Jakarta tanpa pergi keluar kota (bahkan keluar negeri…
). Selama liburan itu akhirnya hanya diisi oleh jalan-jalan di Jakarta dan hunting PDA aja deh. Berikut ini cerita bagaimana perjalanan memilih PDA pertama saya….
Sehari setelah saya sembuh dari sakit saya pergi ke Pondok Indah Mall menemani istri yang ingin jalan-jalan. Disana saya iseng-iseng menanyakan tentang PDA di Toko PDA dan C-palm. Sebenarnya saya memang sudah berminat untuk beli PDA sejak bulan kemarin, tetapi karena kondisi keuangan, saya mengurungkan niat membelinya. Menunggu bulan depan saja. Akhirnya tanya-tanya juga ke Origin Supplies yang di Dusit Orion Mangga Dua lewat telepon. Melalui telepon Origin memberikan informasi harganya, tampaknya lebih murah disana, tetapi saya tidak langsung pergi kesana.
Keesokan harinya saya jalan-jalan ke SenayanCity, sekalian mampir ke Ratu Plaza. Disana sekalian jalan-jalan untuk refreshing, juga sekalian mampir ke toko PDA yang ada disana ada BrightTech. Setelah hunting kesana kemari, tampaknya disini yang bisa memberikan harga terbaik.
Memilih Best Product and Best Feature
Sebelum memilih PDA, pastikan kita tahu apa kebutuhan kita. Karena setiap PDA punya feature masing-masing, jadi saya ingin memasikan pilihan PDA saya tepat. Pilihan PDA saya yang pertama adalah feature HSDPA-nya dan Wi-Fi.
Kenapa HSDPA ? Karena saya merencanakan untuk menggunakan PDA ini sampai beberapa tahun mendatang. Feature ini akan saya butuhkan untuk beberapa tahun kedepan, jadi handheld yang ada feature HSDPA 3,5G itu penting untuk saya terlepas saat ini operator yang punya coverage HSDPA 3,5G masih terbatas. Tetapi nanti akan banyak yang menyediakannya.
Kenapa Wi-Fi ? Karena saya membutuhkan untuk koneksi wireless di kampus dan di kantor. Fasilitas ini disediakan oleh kampus jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan. Khan sudah termasuk dalam bayaran kuliah.
Diantara product yang ada saat ini dan memenuhi keduanya, saya mendapatkan 2 product yang ada yaitu Atom O2 Life dan Dopot D810. Pilihannya memang sulit. Kalau dilihat dari feature, keduanya hampir sama, misalnya menggunakan Windows Mobile dan feature-feature bawaan WM. Beda yang paling mencolok adalah Atom O2 Life ada Radio FM sedangkan Dopot D810 ada GPS-nya. Pilihan ini memang berat. Kalau dilihat dari harga keduanya memang beda jauh. Kalau dilihat dari processornya, Dopot D810 menggunakan Samsung CPU 400 Mhz sedangkan O2 Atom Life menggunakan Intel XScale® PXA 270 Processor 624 MHz. Kalau dilihat dari processor speed, Intel menang tetapi dengan processor yang tinggi akan menguras tenaga battery. Jadi ada kekurangan dan ada kelebihannya. Jadi semakin bingung untuk memilih.
Spesifikasi:
O2 Atom Life
Dopot D810
Feature:
O2 Atom Life
Dopot D810
Menjatuhkan Pilihan
Akhirnya setelah dipertimbangkan saya menjatuhkan pilihan Atom O2 Life dan juga memilih BrightTech sebagai tempat untuk membeli. Dilengkapi dengan MiniSD 2GB dan leather case (dengan biaya tambahan).
Tentang Fasilitas After Sales
Setiap membeli product atau jasa, saya selalu care dengan fasilitas after salesnya, garansi, support dan lain sebagainya. Saya banyak punya pengalaman dimana saya membutuhkan layanan after sales, maka dari itu saya selalu care akan hal ini. Product yang saya beli ini layanan upgrade OS gratis, garansi dan layanan instalasi software aplikasi mobile gratis selama 1 tahun. Selain itu support juga bisa lewat telepon.
Sudah seminggu ini saya menggunakan PDA tersebut dan belum menemukan masalah dengan product ini. Semoga bisa awet.
Banyak product dan nama toko disebut dalam postingan ini bukan ditujukan untuk promosi dan saya tidak ada hubungan apa-apa dengan mereka.
![]()
Music and Lyrics Original Soundtrack
Written by Adam Schlesinger
Produced by and Steven M. Gold
Performed by Hugh Grant and Drew Barrymore
i ve been living with the shadows overhead
i ve been sleeping with a cloud above my bed
i ve been lonely for so long
trapped in the past i just cant seem to move on
i ve been hiding all my hopes and dreams away
just in case i ever need them again someday
i ve been setting aside time
to clear a little space in the corners of my mind
all i wanna do is find the way back into love
i cant make it through without a way back into love
i ve been watching but the stars refuse to shine
i ve been searching but i just dont see the signs
i know that it’s out there
there’s gotta be something for my soul somewhere
i ve been looking for someone to shed some light
not somebody just to get me through the night
i could use some direction
and i’m open to your suggestion
all i wanna do is find the way back into love
i cant make it through without a way back into love
and if i open my heart to you
i’m hoping you’ll show me what to do
and if you help me to start again
you know that i’ll be there for you in the end
Mungkin sudah banyak yang mendengar tentang Kronologger. Kronologger adalah layanan microblogging, definisi lengkapnya bisa baca di websitenya. Jadi bisa ngeblog kapan aja dimana aja, halamannya dibuat light supaya ngga berat di baca pake handphone atau pda. Karena pengen nyoba, akhirnya daftar juga dan sudah dua hari ini saya pake kronologger. Alamatnya bisa langsung ditengok:
http://iqbalir.kronologger.com/
Sementara ini masih pakai themes 17an, themesnya masih sedikit. Mungkin nanti akan banyak yang buatin themesnya…
Jadi kalo belum punya, ayo daftar… Bisa nge-blog dari mana aja dimana aja (asal ada sinyal operator lho…
) (kronologger ngasih istilahnya “nge-kron” ).
Memang sih ditujukan buat nge-blog. Tapi lama kelamaan sepertinya kaya forum atau apa ya istilah tepatnya…
ya nge-kron lhaa…
Tags: kronologger
.jpg)
Libur kemarin gw habiskan dengan nonton film sama kakak. Gw sih maunya nonton Bourne Ultimatum, tapi kakak ogah karena dia pengen nonton film itu sama suaminya (beh). Akhirnya setelah males nonton Norbit, kami memutuskan untuk nonton film Korea yang berjudul “The Restless”.
Bayangan gw pertama, wah alamat pasti penuh airmata nih film. Kakak gw juga setuju, gpp deh lagi pengen nangis-nangisan katanya. Masuklah kami di audio 5 Bliztmegaplex. Seperti biasa sebelum film diputar, penonton disajikan iklan yang seabrek-abrek dah kalo di Blitz. Tapi tiba-tiba kami penonton disuruh berdiri, dan terdengarlah lagu Indonesia Raya satu stanza. Huahahahaha, oh iya ya, ini kan 17 Agustus. Thing is… gak ada satupun penonton yang berdiri.
Back to The Restless. Begini ceritanya….
Yi-gwak adalah seorang pria yg memiliki kemampuan untuk melihat makhluk halus atau yang lebih akrab disebut setan. Dia bergabung dengan suatu pasukan khusus untuk membunuh setan-setan yang berkeliaran di bumi. Namun kemalangan dialami oleh Yi-gwak. Cinta pertamanya yang bernama Yon-hwa tewas dengan tragis akibat dibakar oleh massa. Yon-hwa dituduh sebagai penyihir, padahal Yi-gwak lah yang memiliki kemampuan indra keenam kek gitu.
Setelah bergabung dengan pasukan khusus, ternyata Yi Gwak menemukan bahwa tujuan sebenarnya dari pasukan ini adalah untuk membalas dendam kepada pihak istana. Ia menggagalkan rencana pasukan, sehingga dituduh pengkhianat. Semua temannya mati dalam pertempuran tersebut.
Karena Yi-gwak termasuk dalam anggota pasukan tersebut, maka ia pun menjadi buronan. Dalam satu saat sedang berlari dari kejaran massa, pria itu jatuh tertidur di sebuah kuil tua setelah meminum anggur yang telah diberi obat bius. Ketika terbangun, Yi-gwak mendapati dirinya telah berada di midheaven atau surga tengah.
Dia gak tahu apa dirinya sudah mati atau belum, tapi kemudian tahu bahwa ia satu-satunya manusia yang masih hidup di dalam surga tengah itu. Pada saat itu, terjadi kekacauan di sana, para malaikat maut putih telah diserang oleh iblis.
Para iblis itu berhasil menembus gerbang tengah. Para malaikat pun kalang kabut untuk melindungi So-hwa, seorang makhluk surga yang tidak memiliki ingatan apapun tentang kehidupan sebelumnya. So-Hwa tampaknya memegang sebuah batu penting yang diperebutkan oleh iblis (lupa gw nama batunya).
Yi-gwak sangat terkejut ketika melihat So-hwa, wajah gadis itu sangat mirip dengan Yon-hwa kekasihnya dulu. Maka pria itu pun melindungi So-hwa dari kejaran para iblis. Diketahui kemudian, kalau iblis-iblis itu tidak lain adalah jiwa dari teman-teman dan atasannya di pasukan Yi Gwak terdahulu.
Mengetahui kalau Yi-gwak kenal dengan iblis tersebut, So-hwa sempat curiga sampai akhirnya pemuda itu membuktikan bahwa dirinya siap melakukan apapun untuk melindungi So-hwa sebagai ganti dari kesalahannya terdahulu yang tak mampu melindungi Yon-hwa kekasihnya. Eh eh keterusan ceritanya ^^ Endingnya rahasia dong.
Orang Korea emang doyan bekhayal, masak di alam Kubur ada yang kawin, trus ada pasar malem gitu. Ha ha ha ha terus aja tar abis kawin punya anak. Trus tar judulnya jadi Beranak Dalam Kubur dong qeqeqeqeq.
Hmmm jujur, gw gak puas sama endingnya. Nanggung bangettt. Happy ending engga, sad ending juga engga. Jadi kurang menimbulkan kesan akhir yang gimanaaa geto. Padahal efeknya lumayan lah, kalah jauh deh Indonesia. Tapi nurut gw sih masih lebih rapih dan halus garapannya sinemas HongKong. Tapi lagi, duel pedangnya mayan bikin gw gak bisa kedip. Pemandangannya juga waw keren banget.
Aaaand, bukan film Korea namanya kalo gak romantis. The Restless diwarnai dengan kisah percintaan romantis tetapi klasik banget, antara aktor dan aktris kawakan, Jeong Woo-seong dan Kim Tae-hee, yang Koreanfreak kek gw pasti ga akan bosan.
Kim Tae-hee yang dikenal lewat peran antagonis dalam drama Stairway to Heaven dan juga memerankan tokoh melankolis dalam drama Love Story in Harvard, mampu membuat gw terbawa dalam satu imajinasi indah mengenai mahluk surga. Kalo gw bilang sih, Tae-hee sendiri sudah tidak asing dengan adegan laga, karena sebelumnya ia pernah memerankan tokoh jagoan dalam drama The Tale of Nine-Tailed Fox.
Bagi penggemar Jeong Woo-seong juga ga akan kecewa melihat aksi aktor ganteng ini ^^. Setelah sebelumnya memerankan tokoh pria idaman dalam A Moment To Remember dan Sad Movie, kali ini ia tampil sebagai tokoh pendekar yang pernah patah hati namun kembali menemukan cintanya di alam lain. He he he.