Archive for December, 2006

OpenCode

Wednesday, December 20th, 2006

OPENCODE Pre-Alpha sudah rilis. Berikut ini deskripsi singkatnya…

OPENCODE is a web-based programming environment that leverages the user community to foster creative development and teach graphics-based programming to non-programmers.

http://opencode.media.mit.edu

Iskandar Alisjahbana: Evolusi-Pembaharu Mengenai Organisasi, Visi & Misi suatu Perguruan Tinggi

Wednesday, December 20th, 2006

Berikut ini adalah tulisan karya Iskandar Alisjahbana, Ketua Majelis Wali Amanah ITB yang pertama (2000). Sebenarnya tulisan ini adalah pidato sambutan Ketua MWA ITB pada saat pengangkatan Rektor Kusmayanto Kadiman (sekarang Menteri Riset dan Teknologi) namun beberapa waktu lalu, diangkat kembali pada momen Campus Meeting, Tim MWA Keluarga Mahasiswa ITB. Waktu itu hadir Pak Iskandar dengan Pak Haryanto Danutirto, Ketua MWA yang baru, yang menggantikan Pak HS Dillon.

iskandar_alisjahbana iskandar_alisjahbana

Aku punya analisis terhadap pertemuan Pak Iskandar Alisjahbana dengan masa kampus (dikit sih.. cuman 50an palin) dan kesan pribadiku tersendiri terhadap Pak Iskandar ini. Singkatnya, sangat inspiring. Tapi berhubung lagi masa UAS (besok ujian PBPAL bo!!), sementara ini aku post isi tulisan ini dahulu sebagai pendahulu akan analisis.

Berikut ini tulisan beliau.. (asli diketik ulang dari naskah pidato beliau tanpa proses editing apapun)

Evolusi-Pembaharu Mengenai Organisasi, Visi & Misi suatu Perguruan Tinggi

Memang seperti yang kita sudah ketahui semua, struktur-atau-bentuk-organisasi, visi dan misi perguruan-tinggi/universitas, masyarakat Indonesia telah mengambil alih dari masyarakat budaya Renaissance di Eropah. Salah satu nara-sumber adalah pemikiran Cendekiawan terpelajar Wilhelm von Humboldt. Beliau juga adalah pendiri dari Universitas Von Humboldt di kota Berlin, di Jerman.

Ciri yang terpenting dari pemikiran mengenai bentuk-organisasi, Visi & Misi suatu Universitas, adalah pembinaan berbagai disiplin-disiplin Ilmu-Pengetahuan yang agak sangat spesialistis, berbentuk berbagai institusi2 yang otonom dalam bidang keahliannya, yang dinamakan Lehrstuhl (terjemahan-langsung: kursi-pengajaran). Berbagai Lehrstuhl inilah bersatu ter-organisasi menjadi beberapa Departeman, dan Fakultas, yang tugas-tugas-utama-nya adalah melaksanakn pengajaran yang terkait-erat dengan penelitian. Pada waktu tersebut memang Universitas merupakan fasilitas pendidikan-tinggi, hanya bagi para lapisan-elite/atas masyarakat, yang dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah. Sehingga memang Universitas agak terpisah atau menjaga jarak dengan kehidupan hiruk-pikuk aktivitas masyarakat dalam bidang-Politik, -Sosial, dan -Ekonomi dan pemerintahan.

Seluruh pengajaran dan penelitian ditujukan untuk mengejar Kebenaran & Ilmu-Pengetahuan, demi mengembangkan kekuatan Moral-manusia dan memberdayakan Budi-manusia. Kehidupan yang agak terisolasi dari hiruk-pikuk kehidupan Politik, Sosial dan Ekonomi masyarakat, sering disebut sebagai falsafah Menara-Gading atau Ivory-Tower philosophy, demi usaha-usaha yang tekun dan sungguh-sungguh mengejar Kebenaran dan Ilmu-Pengetahuan tadi tidak terganggu.

Kira-kira 10-20 tahun yang lalu kita memasuki Knowledge-Age dari Era Gelombang-Ketiga Toffler, dimana knowledge atau Ilmu-Pengetahuan sendiri menjadi komoditi dari aktivitas-Ekonomi manusia. Dosen-dosen, para Guru-Besar dan para mahsiswa, yang menemukan dan memproduksi Knowledge atau Ilmu-Pengetahuan tadi, tergiur untuk turut partisipasi dengan kompetisi & kooperasi di-Lapangan-Rata dan Adil (truely even level playing ield) suatu Pasar Ekonomi-Ilmu, atau suatu Knowledge-Economy.

Kampus Universitas Stanford dan Massachusetts Institute of Technology di Amerika, yang pertama-pertama meninggalkan Ivory-Tower Philosophy, dan membangun inkubator-inkubator yang dapat melahirkan dan membina industri-mula (start-up company) High-Tech, yang berbasis atas penemuan para mahasiswa atau/dan dosen2-nya, didalam kampus. Industri-industri kecil baru dalam bidang-Electronics dan bidang Biotech dan beberapa bidang/disiplin lainnya dengan cepat berkembang dan sangat memperkuat pertumbuhan Ekonomi-nasional Amerika.

Kira-kira 4000 perusahaan baru telah didirikan oleh alumni dan dosen2 MIT, dan jika penghasilan seluruhnya dijumlahkan, maka penghasilan ini merupakan produktivitas suatu negara yang ke-24 terkaya di dunia. Yaitu US$230 billion setiap tahunnya, dan meperkerjakan satu-juta orang. 50% dari industri2 tersebut dibangun dalam 15 tahun sesudah hari wisuda pendiri, dan 15% dalam jangka waktu 5 tahun sesudah hari wisuda pendirinya.

Hampir semua Universitas diseluruh Dunia berusaha meniru Standford University dan MIT, dan berusaha membangun inkubator2 didalam kampus masing2. Ivory-Tower Philosophy dari budaya Renaissance ditinggalkan. Seluruh Universitas di Dunia sangat tertarik bercampur iri-hati, melihat kampus Amerika mampu mengaitkan (meng-synergy-kan) disiplin academic-science dengan corporate-science. Seluruh Dunia kagum melihat Amerika dapat meng-kombinasikan “daya-juang meneliti” seorang Ilmuwan dengan nilai/sifat “berani mengambil risiko” seorang Wirausahawan.

Demikian juga seluruh Dunia kagum, dengan kemampuan Universitas Stanford dan MIT, membuat banyak penemuan Ilmu-Pengetahuan yang dapat di Patent-kan, melahirkan/mencetak banyak wirausahawan baru, sambil juga mengumpulkan beberapa hadiah2 Nobel, dan…… tetap masih mampu turut ber-partisipasi menggerakkan kekuatan-Moral dan kekuatan-Intelektual Kampus, untuk mengeritik dan meyetop perang Vietnam yang lalu. Sebagai koreksi yang berani dan sangat bijaksana, terhadap kekeliruan yang dilakukan Pemerintah-nya sendiri………yang pada hakekatnya adalah yang membiayai seluruh dosen/mahasiswa dan aktivitas Universitas itu sendiri.

Memang -didalam zaman Industrial-Age- manusia sudah hakul-yakin, - bahwa inovasi muncul dan tumbuh melalui suatu garis-lurus, dari Riset-Dasar yang dilakukan didalam Universitas2, melalui Riset-Terapat didalam perusahaan Swasta, lalu baru sampai kebidang Ekonomi-nasional pada umumnya. Tetapi rupa2nya didalam Knowledge-Age dan Information-Age sekarang ini, perkembangan & penelitian Ilmu-Pengetahuan tidak lagi ber-urut sederhana sebagai suatu garis-lurus, tetapi justru langsung menyelesaikan banyak persoalan2 yang komplex, yang melalui, memotong, dan/atau melompat lintas batas-batas berbagai disiplin-disiplin Ilmu sekaligus.

Fenomena ini adalah knas …. Gejala-Keterkaitan atau Gejala-Networking dari semua disiplin-disiplin Ilmu, dari zaman Knowledge-Age sekarang ini.

Inilah yang sejak beberapa waktu masyarakat ITB sedang pikirkan, bagaimana meng-adaptasi bentuk- organisasi, besarta visi dan misi ITB, kearah keterkaitan (networking) semua disiplin-disiplin yang tercakup dalam seluruh Budidaya manusia, sambil meninggalkan falsafah Menara-Gading yang memang sudah ditinggalkan oleh praktis semua Universitas diseluruh Dunia.

Dalam suasana kompetisi Global, ditambah dengan keadaan Eknomo terpuruk seperti yang Indonesia lamai sekarang ini, setiap Perguruan tinggi haruslah berkewajiban untuk berusaha menjadi agen-pertumbuhan Ekonomi nasional. Tidak hanya mem-produksi “Bangsawan” Ilmu-Pengetahuan yang bertitel “ningrat-Akademis” saja. Setiap Perguruan Tinggi Indonesia harus berusaha juga menghasilkan Wirausahawan Ilmu Pengetahuan dan Tenologi, untuk membantu bangsanya dapat keluar dari keterpurukannya.

ciri-ciri krisis mula yang sudah mulai tampak, yang membutuhkan perubahan paradigma-paradigma pemikiran berikutnya, yang sangat penting dikemukakan pada kesempatan ini adalah mengenai Sistem-Patent yang berkaitan dengan Intelectual Property Right. Kita semua telah mengikuti serangan Terroris biologi Anthrax…

…artikel akan diteruskan besok…
(mo blajar bwt ujian dulu)

Video Interview Maria Eva di TransTV

Tuesday, December 19th, 2006

Memang sih sudah basbang, tapi sapa tau ada yang pengen liat ulang interviewnya Maria Eva di Trans TV. Di beberapa link berikut rekans bisa mengikuti interview maria eva.

di YouTube, klik di sini.
youtube-mariaeva

di Layar Tancap, klik di sini.
layartancap-maria-eva

thread ini emang gak ada matinya… ck ck ck…

Dan aku semakin miris membaca berita2 ini.
Permadi: Skandal Seks Buat Anggota DPR Lainnya Gemetar
Permadi Ungkapkan Skandal Seks Bikin Gemetar Anggota Lain DPR

Miris, tapi sebenarnya aku sih rada yakin bahwa kasus YZ ini bukan satu2nya. Saat orang menerima “duit gampangan” (baca: kagak kerja keras, tidur2an tapi terus dapet duit yang buanya banget), biasanya kemudian dipakai untuk hal2 yg gak bener. Khusus untuk cowo, biasanya “hal yg gak bener” yg dipake akibat duit gampangan itu cuman dua macem: 1. narkoba; 2. SEKS bebas/selingkuh.
Nah, si YZ ini, sebagai seorang yang menerima gaji buanyaknya minta ampun tanpa harus bersusah2 banting tulang keringatan, dia memilih memanfaatkan “duit gampangan”-nya dia untuk having sex dengan ME. Hm..aku sih kembali rada yakin ME bukan satu2nya yang di’bang’ sama dia.

nb: sadar gak sih.. “duit gampangan” yg aku omongin itu tadi itu… duit pajak rakyat. Jerih payah rakyat, banting tulang, kagak istirahat. Semuanya untuk membiayai skandal seks mereka. Ngeri banget yah…???

Youtube-nya Indonesia: Layar Tancap

Tuesday, December 19th, 2006

barusan searching2.. nemu YouTube-nya Indonesia. Namanya unik, Layar Tancap. Well jumlah videonya baru 283 sih. Tapi ke depannya kayaknya bakal cerah prospeknya.

layartancap

Ada beberapa video yang keren nan geuleuh.. salah satunya adalah video advertizing Nintendo Wii buatan Nintendo yang edan2an vulgar, menantang PlayStation 3 buatan Sony PlayStation. Lihat clipnya di bawah ini trus buka linknya di sini.

layartancap-Nintendo