RUMAH BACA MUTIARA MANDIRI DAN SPIRIT “LASKAR PELANGI” MASA KINI

September 2nd, 2010

Anak-anak Rumah Baca Mutiara Mandiri Bernyanyi diiringi KPJ (Kelompok Pengamen Jalanan) Bekasi diatas panggung acara Buka Puasa Bersama BeBlog, Sabtu (29/8) - Foto: Aris Heru Utomo

Begitu sederhana ruang belajar itu. Namun saya merasakan “aura” semangat menyala-nyala didalamnya.

Ruang seluas 4 x 3 meter tiba-tiba mengingatkan saya pada kamar kontrakan di Pulogadung dulu, 14 tahun silam ketika masih menjadi karyawan PT Kadera Ar Indonesia. Sempit dan pengap. Pada dindingnya yang kusam dipasang poster perkalian dan pembagian serta gambar Upin dan Ipin sedang tertawa gembira. Di lantai tergeletak sebuah tikar lusuh berwarna biru dan di samping pintu sebuah kipas angin berputar pelan. Di bagian belakang, terdapat kamar mandi kecil bagi guru dan siswa. Di pojok belakang ada sebuah dispenser dengan air galon isi ulang berisi setengah.

Disitulah harapan anak-anak disemaikan dan ditumbuhkan.

Pada tiga ruang “kelas” berukuran 4 x 3 meter yang ketika dibuka pintunya langsung berhadapan dengan sebuah tembok tinggi nan kokoh. Inilah Rumah Baca Mutiara Mandiri yang digagas pertama kali oleh Pak Tony dan istrinya ibu Omah, 3 tahun silam.

Saya berkesempatan mengunjungi rumah baca ini bersama kawan-kawan komunitas Blogger Bekasi yang dipimpin oleh Ketuanya Mas Aris Heru Utomo  seusai menyelenggarakan Buka Bersama BeBlog di depan kantor Dusun 1 Desa Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.  Letak rumah baca Mutiara Mandiri  dapat dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dari lokasi acara buka puasa, melewati pemukiman padat penduduk dan kolam pemancingan ikan. Sekitar 25 orang panitia acara serta anggota BeBlog mengunjungi rumah baca tersebut beramai-ramai.

Murid Rumah Baca Mutiara Mandiri sedang belajar (foto : Adyanti Rahmarina)

Ibu Omah mengajar seorang anak di ruang kelas Rumah Baca Mutiara Mandiri (foto : Adyanti)

Anak-anak pengamen, buruh pabrik, supir angkot, tukang ojek bahkan pengangguran menjadi peserta didik di Rumah Baca Mutiara Mandiri yang menempati 3 “kamar petak” yang dimiliki oleh ayah Pak Toni tersebut. Anak-anak usia pra sekolah itu diajarkan membaca dan menulis secara bergiliran 10-14 anak tiap satu jam di masing-masing 3 “ruang kelas”.

“Total ada 186 orang anak yang kami didik disini, dimulai pukul 07.00 pagi sampai jam 17.00 sore, setiap hari. Bahkan kadang sampai malam hingga pukul 20.00,” ujar ibu Yani, salah satu dari 4 orang guru disana.

“Syukurlah,” lanjut Bu Yani lagi,”setelah tahun ketiga ada sedikit peningkatan. Bila dulunya belajar sambil duduk lesehan di lantai, sekarang para murid kami sudah duduk di kursi. Juga ada tambahan buku-buku dari donatur serta kipas angin”.

Saya mengangguk-angguk mafhum.

“Lantas, berapa orang tua murid harus bayar bu untuk  biaya sekolah disini?”, tanya saya penasaran.

“Seikhlasnya, pak”, sahut bu Yani sambil tersenyum.

“Seikhlasnya?, Maksudnya apa bu?”. Saya mendadak bingung.

Lagi-lagi bu Yani tersenyum.

“Kita menyesuaikan dengan kemampuan mereka pak. Tidak dipaksakan harus dibayar dalam jumlah tertentu. Pokoknya berapapun yang mereka mampu bayar, kita terima. Bahkan ada diantaranya tidak bisa membayar biaya sekolah karena ketidakmampuan ekonomi , tapi kita tetap mempersilahkan sang anak belajar bersama kami disini, tanpa ada pengecualian”.

Saya berdecak kagum. Sungguh besar dedikasi guru-guru disini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan.

“Tempat kami ini semacam bimbingan belajar, pak. Semula kita siapkan untuk anak-anak usia Taman Kanak-Kanak buat belajar membaca dan berhitung. Belakangan kita menyiapkan pula untuk kelas SD bagi yang tidak mampu melanjutkan ke sekolah itu. Hasilnya bagus. “Jebolan” Rumah Baca kami bisa melewati tahap test masuk SD malah ada salah satu guru SD yang heran, anak-anak didik kami sudah pintar membaca dan berhitung, dengan kemampuan jauh diatas anak sebayanya. Malah ada lho pak sekolah SD yang menitipkan anak didiknya belajar disini agar bisa cepat membaca,” ucap Ibu Yani lagi dengan wajah sumringah.

Luar biasa.

Dengan fasilitas yang serba sederhana, Rumah Baca ini telah mampu meraih hal-hal yang mungkin saja musykil dalam fikiran sementara orang. Ibu Yani juga menambahkan berkat bantuan gerakan SeBuai (Sejuta Buku untuk Anak Indonesia) akan disiapkan perpustakaan mini buat anak-anak didik disana yang rencananya menggunakan ruang kelas No.3. Diruang kelas yang terletak paling ujung ini, juga merupakan rumah tinggal bagi keluarga Pak Toni dan Bu Omah. Ketika pagi tiba, kasur pun digulung dan ruangan ini “disulap” menjadi ruang belajar tambahan buat anak-anak kurang mampu ini.

“Hanya saja,” kata bu Yani lagi dengan mimik sedih,”Kami takut kalau-kalau rumah petak tempat Rumah Baca Mandiri ini dijual oleh orang tua Pak Toni dan Bu Omah karena mereka rencana pindah ke Cirebon. Bila itu terjadi, dimana lagi anak-anak kami mesti belajar?”.

Saya menghela nafas panjang. Keprihatinan ikut melanda hati saya.

“Mudah-mudahan itu tak terjadi ya bu,” kata saya bersimpati.

“Terkadang Pak Toni, menyisihkan sebagian rezekinya dari hasil mengamen untuk perbaikan rumah baca ini belum lagi ibu Omah yang rela mengorbankan waktunya dari pagi hingga malam untuk mengajar anak-anak, bahkan ketika saya sendiri sudah pulang kembali kerumah,” ujar Bu Yani seperti menahan sesak haru didadanya.

Ah, saya jadi ikut terhanyut pula dalam sensasi keharuan serupa.

Tiba-tiba saya teringat apa yang dikatakan tokoh Ikal dalam novel populer “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata dihalaman 472 (adegan ketika Ikal akhirnya bertemu dengan sahabat sebangkunya Lintang, dua belas tahun kemudian dan sahabatnya yang cerdas itu mencari nafkah sebagai supir truk pasir di Belitung) :

`Dan kata-kata itu semakin menghancurkan hatiku, maka sekarang aku marah, aku kecewa pada kenyataan begitu banyak anak pintar yang harus berhenti sekolah karena alasan ekonomi. Aku mengutuki orang-orang bodoh sok pintar yang menyombongkan diri, dan anak-anak orang kaya yang menyia-nyiakan kesempatan pendidikan.‘

Rumah Baca Mutiara Mandiri yang sederhana ini berusaha menyambung mimpi anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi dengan menyediakan pendidikan memadai, atas inisiatif sendiri, secara swadaya dengan segala keterbatasannya. Pak Toni, seorang pengamen jalanan, memang tak memiliki angan-angan muluk menjadikan rumah baca Mutiara Mandiri yang dikelolanya bersama istri tercinta, ibu Omah, menjadi sebuah lembaga pendidikan bertujuan komersil. “Kami semua ingin anak-anak yang kami didik, menjadi anak-anak yang pintar dan berakhlak baik”, demikian harapan ibu Yani saat saya dan kawan-kawan akan pamit pulang.

Ibu Yani, dan mungkin sebagian besar dari kita, mempunyai mimpi bersahaja : menjadikan generasi pelanjut bangsa ini sebagai generasi yang cerdas dan berintegritas dengan memperoleh pendidikan yang memadai tanpa harus terkendala oleh fasilitas atau masalah finansial lainnya. Apa yang telah dan sedang diperjuangkan Pak Toni, Ibu Omah, Ibu Yani, serta guru-guru sukarela di Rumah Baca Mutiara Mandiri menjadi inspirasi buat kita semua bahwa kepedulian mereka mengajar anak-anak kurang mampu dengan keterbatasan fasilitas adalah secercah harapan ditengah hiruk pikuk komersialisasi pendidikan saat ini.

“Terimakasih ya pak sudah datang menengok kami disini, kedatangannya membuat kami semua semakin bersemangat,” kata ibu Omah dengan mata berkaca-kaca saat saya menjabat tangannya.

Ada ketulusan terpancar dari mata guru yang gigih itu.

Sebuah spirit menyala dari  ”Laskar Pelangi” Masa kini

Classic Still Sexy

September 2nd, 2010

Setelah membaca live tweet tadi pagi (pagi banget) tentang Apple iPod Event, ternyata iPod Classic sudah tidak akan dikembangkan lagi. Modelnya ya tetep begitu. Ihik. Untuk perubahan, iPod touch terbaru sekarang punya retina display, Facetime, HD video rec, more games dan uhuk apalagi ya? Yaa ga kalah lah sama iPhone 4. Hahaha. iPod nano sekarang multi touch! Very small and yeah it is so cool. Uber cool. Go to http://apple.com/ipod for the new iPod products line.

But classic is still classy, right? 120GB is a gigantic music storage, right? My husband bought this as a wedding gift 2 years ago and I still love it.

But I want the new Touch. Yeah, but I don’t need it so so bad.

Thank God I am not Apple fanboy. LOL.

Going to (Ayah’s) Hometown

September 2nd, 2010

I’ve never been to Athens or Berlin, but I believe, that nothing compares to a town where your father came from. Where your grandma lives. Where people speak and you can only listen. Where the good foods are.

“Oi rang rantau nan jauah, pulanglah ka kampuang
Jan lupo yo sanak, mari kito pulang basamo…”

Betharia Sonata – Pulang Kampuang

Temporarily Forgotten Question (That We’d Ask Again Someday on Our Reunion)

September 2nd, 2010

Here I am, on my 4th year of a life-phase; another phase of being a student, another phase of running. I’m coming towards its end.

I remember when I was in my first year, I asked my friends (and they asked me back), “what major would you choose?” They answered, ( I answered,) and life happened. Now, we are asking each other more questions and more details, “what would you want to do for your final assignment?”, “when would you graduate?”, or “where would you apply right after?”

Things I can answer with: “I want to be a geologist, working at supermajor, as soon as possible. Maybe next July.”

But our questions just get more serious each day.

We never ask those basic questions anymore, like, “Are you happy?”

PIDATO PRESIDEN MENCERMINKAN KEPEMIMPINAN BANGSA YANG LEMAH

September 1st, 2010
Dua hari ini rakyat menunggu pidato Presiden mengenai hubungan Indonesia Malaysia pasca insiden penangkapan petugas DKP oleh petugas Malaysia di wilayah laut RI. Orang menyangka, karena pidato itu akan diucapkan di Markas Besar TNI di Cilangkap, pidato itu akan menggelegar untuk menunjukkan kekuatan dan harga diri bangsa. Namun yang terdengar bukanlah pidato menggelegar, melainkan hanyalah [...]

Install Ubuntu Sabily

September 1st, 2010

Setelah lama tidak menggunakan linux, hari ini saya menginstall ubuntu sabily pada komputer kantor. Saya dapatkan dari pedagang majalah pinggir jalan. Sebenarnya ini adalah paket dvd infolinux edisi Ramadhan tahun lalu. Entah mengapa masih ada sisa dan masih di pajang. Majalah ini lalu saya tawar 20000 dan saya bawa pulang :) . Nggak waswas lagi kalau ada sweeping polisi, hahaha.

Apple Event September 2010(Update)

September 1st, 2010

Apple baru saja menyebarkan sebuah undangan unik kepada para jurnalis di seluruh dunia. Undangan kali ini memakai gambar berbentuk gitar dengan lubang berbentuk apel, tanpa tambahan kata-kata atau informasi lain. Satu-satunya yang pasti adalah bahwa acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 1 September.

Ada yang memperkirakan bahwa acara tersebut nantinya merupakan saat peluncuran iPod touch generasi 4. Produk iPod touch baru ini kemungkinan besar akan dilengkapi dengan kamera dan kemampuan FaceTime untuk melakukan panggilan video. Pihak lain memperkirakan bahwa Apple akan meluncurkan Apple TV atau iTV, layanan streaming televisi dari Apple. Tanggal 1 September 2010 juga merupakan waktu konferensi pers hari pertama dari IFA 2010 yang berlangsung di Berlin. Apakah ini juga berkaitan?

LIVE UPDATE 1 SEPTEMBER 2010

Update iOS, Update iPod, Update iTunes, Update Apple TV, more

http://live.gizmodo.com/

Bagi rekan rekan yang ingin memiliki PODCAST Apple Special Event 2010, bisa DM saya di @mac_msyani atau di SM facebook.com/msyani

ISYARAT PRESIDEN TENTANG PERGANTIAN JAKSA AGUNG

September 1st, 2010
Sore hari Selasa 31 Agustus 2010,  Presiden SBY memberi isyarat akan segera melakukan pergantian tiga pejabat negara, Panglima TNI, Kapolri dan Jaksa Agung. Belum ada kepastian kapan pergantian itu akan dilakukan. Presiden hanya memberi isyarat pergantian itu “tinggal menunggu waktu saja”. Presiden minta semua pihak, agar pergantian ketiga pejabat itu tidak dicederai oleh manuver politik, [...]

Sakitnya Sih Nggak Terlalu Nyiksa. Tapiii…

August 31st, 2010

Beberapa hari belakangan ini saya kena penyakit keroyokan. Awalnya cuma pusing-pusing biasa, tapi tau-tau menjelma jd pusing yang luar biasa. Kemudian demam menyusul, dan terakhir batuk berdahak pula yang mampir di badan saya. Arrrrggghh… Sebenarnya udah lama jg sih nggak kena penyakit keroyokan kayak gini. Ini gara-gara saya 2 hari berturut-turut kehujanan. Cih! Tambah sebel aja sama hujan yang selalu datang di saat yg tidak tepat itu.

.

Nah, kalo lg sakit, manjanya saya suka kumat. Suka sok-sok nggak mau minum obat biar ada yg ngomel dan nyuruh saya minum obat. Makan jg suka milih-milih, selain memang karena lidah saya yang selalu pahit menyentuh makanan apapun. Trus nggak mau ditinggal sendirian. Pengennya ditemenin terus meskipun cuma lewat SMS atau telepon. Jd suka males jg jalan ke luar karena ada aja aroma busuk yg tercium oleh hidung saya yang memang lg aneh.

.

Eh sebenernya sih ya, sakitnya sih nggak terlalu nyiksa. Ok, nyiksa sih. Bikin badan saya lemes aja bawaannya dan berat badan jg smakin berkurang. (padahal susah-susah jg naikinnya. hix…) Tapi yg paling nyiksa itu adalah karena saya harus minum obat! Saya emang paling susah kalo minum obat. Bukan, bukan karena rasanya yg nggak enak. Tapi terlebih karena saya yg selalu kesulitan menelan obat kapsul. Salah 1 pengalaman paling konyol selama saya minum obat bahkan pernah saya ceritakan di postingan yg ini. :P

.

Tapi, saya rada terhibur karena gambar yg dikirim Mbubh ke email saya ini :

gambar dari Mbubh :P

Hihihi… Dia nggak nggambarin saya gitu aja, sih. Saya mintanya harus pake jurus ngambek dulu. Wkwkwk… Ternyata dia inget kalo saya emang paling susah minum obat. Mau obat sekecil apapun, tetep bikin mata saya berair jika harus menelannya. Tp positifnya, kalo saya ingin menjaga kesehatan, selalu tuh saya inget masa-masa susahnya minum obat. Bikin kapok dan nggak mau sakit lg! Hahaha…

Up and running

August 31st, 2010

Seharian ini ngulik-ngulik blog…. Setelah beberapa minggu ini blog saya & istri disuspend akibat space overquota. Alhamdulillah sekarang sudah normal kembali. Sepertinya harus segera upgrade space nih…

Sudah lama juga tidak update blog. Hampir 2 tahun blog ini menganggur. Mudah-mudahan bisa sering update lagi… :)

Apalagi blog ini juga masih berantakan… Harus dirapikan disana-sini… *perasaan dari dulu emang ngga pernah rapi deh*

Posted with WordPress for BlackBerry.

Wordpress.com VS Layanan Wordpress Lokal

August 31st, 2010

Kemarin membuat situs blog di wordpress.com untuk sebuah tema tertentu. Nama besar dan besarnya kapasitas penyimpanan menjadi pertimbangan saya. Namun begitu saya ingin emmasang shoutbox, eh, ternyata tidak bisa karena tidak mendukung javascript; mau menggunakan alternatif iframe eh nggak didukung juga.

Jika kita ingin bisa menjalankan javascript atau iframe, ternyata penyedia layanan dalam negri malah mendukung. Blogdetik.com dan dagdigdug.com mendukung penggunaan javascript. Hanya saja untuk penyimpanan gambar, ruang yang disediakan layanan wordpress lokal jauh lebih kecil daripada wordpress.com.

Tapi kalau ngotot ingin yang support javascript, dan ruang penyimpanan yang lega, blogspot.com bisa jadi pilihan. Bahkan bukan hanya bisa mengedit javascript, namun juga CSS pada desain situs. Tetapi bagi yang terbiasa menggunakan mesin wordpress, menggunakan blogspot mengkin agak sedikit kerepotan.

Apapun, semua pilihan akhirnya kembali kepada pengguna.

MAKIN BANYAK YANG MINTA KASUS SISMINBAKUM DI SP3KAN

August 30th, 2010
Koran Seputar Indonesia hari ini memberitakan mayoritas anggota DPR mendesak Kejagung RI untuk menghentikan kasus Sisminbakum karena tidak ditemukan adanya korupsi dalam kasus itu. Desakan seperti itu kemarin dilontarkan juga oleh Ketua DPR RI Marzuki Ali. Sebelumnya Benny Harman, Ketua Komisi III DPR, menyatakan hal yang sama. Para anggota DPR ini kini telah menelaah berbagai [...]

Berburu Malam Lailatul Qodr

August 30th, 2010
Tak terasa nanti malam Ramadhan sudah memasuki 10 hari terakhir dimana lailatul qodr akan turun di antara malam malam itu.

Pada zaman nabi, 10 hari terakhir ramadhan digunakan untuk iktikaf, berdiam diri di masjid sejak malam 21 sampai akhir Ramadhan.

Saya sendiri belum pernah melakukan iktikaf yang demikian. Iktikaf yang saya lakukan masih sebatas malam hari sehabis tarawih sampai subuh. Kalau 10 hari 10 malam kelihatannya belum mampu. Kita berharap akan mendapatkan berkah di malam lailatul qadr. Amin.

SEMANGAT BERBAGI BAHAGIA BERSAMA BLOGGER BEKASI

August 30th, 2010

Langit begitu cerah, ketika kemarin sore (29/8) saya tiba di lokasi pelaksanaaan Buka Puasa bersama Blogger Bekasi di kantor RW Dusun 1 Desa Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Berbekal informasi lewat telepon, saya berhasil mencapai alamat tersebut yang berada tepat dibelakang pabrik Oleochemical PT Sumi Asih.

Suasana terlihat sangat semarak. Sekitar 250 orang dan diantaranya 200 orang anak-anak usia pra sekolah dan sekolah dasar hadir dalam acara puncak peringatan HUT pertama Komunitas Blogger Bekasi (BeBlog) ini. Mayoritas anak-anak yang datang berada dibawah asuhan Rumah Baca Mutiara Mandiri, sebuah “sekolah” sederhana yang disediakan untuk anak-anak yatim dan dhuafa di desa Jatimulya. Rumah Baca Mutiara Mandiri yang dipimpin oleh Pak Toni (seorang pengamen jalanan) itu sendiri berlokasi sekitar 150 meter dari lokasi acara dan telah eksis selama 3 tahun.

Saya langsung menyapa Mas Aris Heru Utomo, Ketua BeBlog yang sudah berada di lokasi acara satu jam sebelumnya ini. Di panggung sederhana nampak tampil kasidah remaja putri asuhan Majelis Taklim yang dipimpin oleh ibu Yani. Setelah itu tampil anak-anak didikan rumah baca Mutiara Mandiri yang menyanyikan sejumlah lagu diiringi oleh KPJ (Kelompok Pengamen Jalanan) Bekasi.

Bertindak sebagai pemandu acara ada Adyanti Rahmarina yang juga menjadi Ketua Panitia Kegiatan ini. Adyanti sang ketua SEBUAI (Sejuta Buku untuk Anak Indonesia) didampingi oleh Hery Sugianto salah seorang guru rumah baca Mutiara Mandiri.

Suasana menjadi kian meriah ketika Mr.Huda, seorang pesulap tampil keatas pentas. Dengan gayanya yang menghibur, Mr.Huda menyajikan trik-trik sulap yang memukau hadirin. Mulai dari sulap bola pingpong, merubah tongkat jadi bunga, membengkokkan sendok hingga mengundang beberapa anak naik ke panggung secara interaktif ikut membantu sulap yang disajikannya. Anak-anak yang hadir tertawa terpingkal-pingkal ketika Mr.Huda “mengerjai” seorang anak yang diundangnya ke atas panggung.

Menjelang buka puasa, Panitia membagikan bingkisan alat-alat tulis kepada anak-anak dhuafa serta santunan kepada anak-anak yatim. Diserahkan pula bantuan Blogger Bekasi kepada Rumah Baca Mutiara Mandiri. Dalam kata sambutannya, Mas Aris menyampaikan, acara yang bertema “Bergembira dan Ceria bersama anak-anak” ini, merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT pertama Komunitas Blogger Bekasi yang merupakan sebuah upaya konstruktif ikut berbagi kebahagiaan bersama di bulan suci Ramadhan.

“Saya berharap agar kegiatan ini ikut menginspirasi kita semua untuk lebih peduli pada inisiatif pendidikan anak-anak kurang mampu sebagaimana yang sudah digagas dan dilaksanakan oleh Rumah Baca Mutiara Mandiri ini,” ucapnya.

Ketika azan bergema menandai saatnya buka puasa telah tiba, suasana terlihat semakin meriah saat anak-anak menyantap hidangan nasi kotak sumbangan dari para donatur acara ini. Dimeja yang terletak didepan panggung, disiapkan  es buah segar untuk menghilangkan dahaga. Usai sholat maghrib panitia dan pengurus BeBlog menyantap hidangan spesial berupa nasi kotak berisi gulai kambing sumbangan Pak Rawi Wahyudiono (Ketua Panitia HUT Pertama BeBlog) yang kebetulan merayakan akikah putrinya yang baru saja lahir.

Alhamdulillah, rangkaian acara ini berakhir lancar dan sukses. Terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang sudah bersusah payah menyiapkan acara ini dengan baik serta sumbangan berupa dana, konsumsi kegiatan, bantuan tenaga dan do’a dari para donatur. Semoga kita semua mendapatkan hikmah terbaik dari pelaksanaan acara ini.

Selamat Ulang Tahun Pertama BeBlog !

Sumber foto : Koleksi Pribadi dan Halaman Facebook Aris Heru Utomo

Trafik Drop

August 29th, 2010
Tak bisa banyak bicara. Trafik Blog drop menghujam ke dasar. Yang pasti tak ada update baru untuk blog ini. Tags: Blog, Drop, Traffic Blog Drop